— Manajer Liverpool, Andoni Iraola, menyayangkan keputusan wasit yang memberikan kartu kuning pertama kepada gelandang Ryan Gravenberch dalam pertandingan melawan Manchester City di Anfield, Minggu (11/10/2026). Kartu merah yang diterima Gravenberch dinilai menjadi titik balik kekalahan timnya dengan skor 0-3.

Gravenberch diusir dari lapangan setelah menerima dua kartu kuning. Kartu kuning pertamanya diberikan setelah ia melakukan pelanggaran terhadap Elliot Anderson sesaat setelah babak kedua dimulai. Kartu kuning kedua datang akibat pelanggaran serupa terhadap Jeremy Doku.

Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan dengan baik oleh Manchester City. Erling Haaland membuka keunggulan, diikuti oleh gol dari Doku dan Rayan Cherki, yang memastikan kemenangan keenam beruntun bagi The Citizens di kompetisi tersebut.

Selepas pertandingan, Iraola secara khusus menyoroti kartu kuning pertama yang diterima Gravenberch. Ia berpendapat bahwa pelanggaran tersebut terlalu ringan untuk diganjar kartu kuning.

“Saya pikir pelanggaran pertama Ryan itu seharusnya tidak pernah layak diganjar kartu kuning, tidak pernah,” tegas Andoni Iraola seperti dikutip dari ESPN.

“Di laga-laga semacam ini, sekadar menginjak jempol, atau suatu pelanggaran kecil lainnya. Pemain lawan bahkan tidak langsung menyatakan pelanggaran. Dia sedikit membiarkannya, saya kira Elliot Anderson mengambil beberapa langkah. Dia memutuskan jatuh. Saya tidak tahu mengapa setelahnya si wasit mencabut kartu kuning, karena itu bukanlah situasi yang menciptakan keuntungan.”

Iraola menambahkan bahwa situasi tersebut terjadi di tengah lapangan dan tidak menimbulkan ancaman berbahaya bagi gawang Liverpool. Ia merasa keputusan wasit tersebut justru mempersulit timnya.

“Kami memiliki sembilan pemain di belakang bola. Rasanya mereka seperti memiliki, situasinya kan terjadi di lapangan tengah, tidak ada situasi berbahaya di sana, dan Anda sebagai wasit, menempatkan diri sendiri di dalam masalah sekaligus menempatkan kami di dalam masalah,” keluhnya.