GridHype.ID — Como akan menjamu Manchester United di Stadio Giuseppe Sinigaglia pada Rabu (21/10/2026) malam WIB dalam lanjutan Matchday 3 Liga Champions. Meskipun Manchester United (MU) tidak datang dalam kondisi terbaiknya, Como tetap menaruh respek besar kepada lawannya yang memiliki riwayat panjang di kompetisi tersebut.
Kedua tim sama-sama meraih satu kemenangan dan satu kekalahan dari dua pertandingan awal di fase grup. Namun, situasi yang dihadapi kedua tim sangatlah berbeda. Como, sebagai tim debutan di Liga Champions, tidak menghadapi tekanan sebesar yang diemban oleh MU.
MU, meskipun baru kembali ke Liga Champions setelah absen dua musim, selalu mengemban ekspektasi tinggi untuk tampil maksimal. Sayangnya, performa Setan Merah di awal musim ini juga belum memuaskan. Mereka baru mencatatkan dua kemenangan dari 10 pertandingan di semua ajang dan gagal memenangi enam laga terakhir.
Kondisi ini menempatkan MU dalam tekanan ekstra untuk meraih kemenangan saat bertandang ke markas Como, yang baru pertama kali merasakan atmosfer Liga Champions. Como memiliki setidaknya dua keuntungan: bermain di kandang sendiri dan bisa menghadapi laga tanpa rasa takut kehilangan apapun.
Keunggulan tersebut bisa memberikan dampak signifikan dalam pertandingan, terutama jika MU menunjukkan tanda-tanda gugup di lapangan. Pelatih Como, Cesc Fabregas, menegaskan pentingnya menghormati MU, terlepas dari kondisi inkonsisten yang sedang dialami tim tamu.
Fabregas menyatakan bahwa klub dengan sejarah dan pengalaman sebesar Manchester United selalu memiliki potensi untuk bangkit kapan saja. “Manchester United, klub yang bersejarah. Respek yang sangat besar untuk mereka dan apa yang mereka sedang kerjakan. Saya kenal Steve Holland dan tahu Michael Carrick. Dia (Carrick) bekerja sangat baik untuk mengembalikan Man United ke posisi sebenarnya,” ujarnya di situs resmi UEFA.
Ia menambahkan, “Kami perlu tetap rendah hati, sebab masih ada begitu banyak hal untuk dilakukan dan dipelajari. Besok, dua tim akan masuk lapangan dan menginginkan kemenangan.”
“Kami menaruh respek yang sangat besar kepada mereka, mereka punya pemain-pemain fantastis, staf yang luar biasa, dan pelatih top yang sudah mengembalikan tim ke Liga Champions. Bagi saya, sebuah kehormatan besar bisa menjamu mereka di sini,” tandas Fabregas.
Manchester United sendiri memiliki rekam jejak gemilang di Liga Champions dengan 31 kali penampilan. Mereka pernah meraih tiga gelar juara dan lima kali mencapai final sejak debut pada musim 1956/1957.
