— JAKARTA – Perselisihan antara Cristiano Ronaldo dan pelatih Timnas Portugal, Jorge Jesus, turut menyeret nama legenda sepak bola dunia, Pele dan Maradona. Ronaldo merasa dibohongi oleh Jesus terkait rencananya bermain di Timnas Portugal.

Kejadian bermula saat sesi jumpa pers jelang laga Timnas Portugal melawan Norwegia di UEFA Nations League pada 28 September. Cristiano Ronaldo mengungkapkan bahwa ia telah duduk bersama federasi sepak bola Portugal dan Jorge Jesus untuk membahas delapan poin klarifikasi di media sosialnya.

Ronaldo merasa Jesus tidak menyampaikan poin-poin yang telah disepakati bersama. Berdasarkan unggahan Ronaldo, berikut adalah delapan poin yang seharusnya disampaikan oleh Jorge Jesus:

1. Saya sendiri, dan bukan orang lain, yang mengajukan rencana kepada Cristiano untuk bermain di musim kompetisi ini bersama Tim Nasional. Itu adalah percakapan yang panjang dan sangat baik.

2. Saya tahu betapa ia menghayati dan mencintai tim nasional serta betapa besarnya pengaruh yang ia miliki di dunia, terlebih lagi pengaruh positif yang telah ia berikan kepada tim nasional selama 24 tahun berturut-turut.

3. Rencana yang saya ajukan kepada Cristiano itu diterima.

4. Ia tidak pernah mempertanyakan keputusan-keputusan saya. Sikapnya patut dicontoh, setia, dan profesional.

5. Pertandingan kontra Norwegia tidak termasuk dalam rencana yang saya untuk memainkannya. Namun, saya merasa ia telah berhasil memulihkan kondisi fisiknya setelah pertandingan pertama dan saya memberitahunya bahwa saya mungkin perlu menurunkannya. Cristiano setuju.

6. Saya melakukan kesalahan dengan menyuruh pemain sekaliber Pele atau Maradona untuk melakukan pemanasan namun kemudian tidak memainkannya dalam pertandingan.

7. Sebagai penutup topik ini, saya menginginkan Cristiano di Tim Nasional. Untungnya, ia juga percaya kepada saya. Ia percaya saat di Al Nassr dan ia juga percaya di sini.

8. Mengenai sikap tidak menyapa penggemar. Kami sudah membicarakan hal itu. Seseorang yang telah bermain lebih dari 230 pertandingan untuk timnas tidak perlu diajari oleh saya tentang rasa cinta terhadap Portugal. Itu adalah momen kekecewaan sesaat yang tidak menghapus apa pun. Dia adalah pemain yang paling banyak memberikan tanda tangan, paling sering berfoto selfie, dan paling menunjukkan kasih sayang kepada para penggemar. Janganlah kita mengada-adakan masalah yang sebenarnya tidak ada.

Poin nomor 6 menjadi sorotan utama. Dalam sesi jumpa pers, Jorge Jesus justru memberikan pernyataan yang berbeda. Ia menjelaskan bahwa keinginan memainkannya atau tidak adalah murni keputusannya sebagai pelatih.

“Saat pertandingan berlangsung (kontra Norwegia-red), saya sempat berpikir mungkin saya akan membutuhkannya,” jelasnya. “Saya memintanya melakukan pemanasan, tetapi pada akhirnya saya tidak memasukkannya ke lapangan. Pemain mana pun yang sudah melakukan pemanasan selama 30 menit namun tidak jadi bermain pasti akan merasa frustrasi. Pemain mana pun, entah itu bernama Cristiano atau Pele,” tegasnya.

Pernyataan Jesus ini dinilai telah menyakiti perasaan Cristiano Ronaldo, yang merasa komitmen dan profesionalismenya dipertanyakan oleh pelatihnya sendiri.