GridHype.ID — JAKARTA – Para pemain Timnas Portugal memilih untuk tidak berkomentar mengenai isu yang melibatkan megabintang mereka, Cristiano Ronaldo, yang meninggalkan pemusatan latihan di tengah gelaran UEFA Nations League. Mereka menegaskan fokus utama saat ini adalah pertandingan yang akan dihadapi.
Cristiano Ronaldo dilaporkan meninggalkan markas Timnas Portugal di Copenhagen pada Rabu (30/9). Kepergiannya terjadi di tengah gelaran UEFA Nations League. Sebelumnya, Ronaldo tidak dimainkan dalam laga kontra Norwegia yang berakhir dengan kemenangan Portugal 4-2 pada dini hari tadi (2/9). Portugal dijadwalkan akan kembali menghadapi Norwegia di kandang pada Senin (5/0).
Sumber laporan menyebutkan bahwa ketidakpuasan Cristiano Ronaldo dipicu oleh perlakuan pelatih Jorge Jesus. Dilansir dari A Bola, Ronaldo dikabarkan merasa tidak senang karena hanya menjadi pemain cadangan dalam pertandingan melawan Norwegia pada Senin (28/9). Ia juga diminta untuk melakukan pemanasan selama 30 menit, namun tidak kunjung diturunkan hingga peluit panjang dibunyikan.
Pelatih Jorge Jesus sebelumnya dikabarkan akan menyampaikan permintaan maaf kepada Cristiano Ronaldo dalam sesi konferensi pers usai laga tersebut. Namun, Jesus tidak melakukannya dan justru menegaskan bahwa keputusan pemilihan pemain sepenuhnya merupakan hak prerogatifnya sebagai pelatih.
Menanggapi situasi tersebut, para pemain Timnas Portugal secara kompak memilih bungkam. Mereka menghormati Ronaldo, namun prioritas utama adalah konsentrasi penuh pada pertandingan yang akan datang.
“Ronaldo adalah idola kami. Namun kami fokus untuk pertandingan seperti yang diminta pelatih,” ujar Rafael Leao, yang dilansir dari Sport TV. Pernyataan senada disampaikan oleh bek Renato Veiga, “Saya respek ke Ronaldo, tapi saya telah diinstruksikan untuk tidak berbicara mengenai masalah ini.”
Sementara itu, Ruben Dias menambahkan bahwa situasi seperti ini adalah hal yang wajar dalam karier seorang pemain. “Hal-hal seperti ini bisa terjadi, sama seperti yang dialami siapa pun. Sebutkan satu saja pemain yang tidak pernah memiliki masalah dengan pelatih, situasi yang rumit, atau perbedaan pendapat. Siapa yang tidak pernah merasa frustrasi terhadap pelatih atau diri sendiri? Ini adalah hal wajar yang kami alami dan merupakan bagian dari kehidupan pemain,” papar Dias.
