GridHype.ID — JAKARTA – Gelandang AS Roma, Manu Koné, mengungkapkan kekagumannya terhadap kemampuan teknis Zinedine Zidane yang masih tersisa meski sang legenda sudah tidak aktif sebagai pemain. Koné mengaku terkejut melihat langsung kehebatan Zidane dalam sesi latihan Timnas Prancis.
Zidane, yang dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik sepanjang masa, kini turut ambil bagian dalam sesi latihan timnas. Menurut Koné, teknik mengumpan dan mengirim umpan silang milik pelatih berusia 54 tahun itu masih terlihat sangat baik.
“Yang membuat saya terkejut pada pekan pertama latihan adalah kemampuan teknisnya. Dia tidak kehilangan sedikit pun kemampuannya,” kata Koné menjelang pertandingan Prancis melawan Italia di Stade de France.
Koné menambahkan bahwa menyaksikan Zidane secara langsung, terutama di usianya saat ini, memberikan kesan yang lebih mendalam. Ia membandingkan dengan masa kecilnya ketika Zidane berada di akhir karier. “Melihat dia masih memiliki teknik seperti itu sekarang membuat saya berpikir bahwa pada zamannya pasti luar biasa,” ujar pemain berusia 25 tahun itu.
Zidane memiliki rekam jejak gemilang sebagai pemain, termasuk menjadi bintang utama saat Prancis menjuarai Piala Dunia 1998 dengan mencetak dua gol di final melawan Brasil. Ia juga berperan penting dalam kemenangan Prancis di Piala Eropa 2000.
Kesempatan dilatih langsung oleh Zidane menjadi momen berharga bagi Koné. “Senang bisa dilatih Zidane, legenda dunia. Dia mengatakan kepada saya untuk bermain bebas dan memberi saya kepercayaan diri,” ungkap Koné.
Sebagai sesama gelandang, Koné mengaku banyak belajar dari Zidane. “Dia adalah seorang gelandang, jadi sebagai gelandang saya mendengarkan semua yang dia katakan dan saya hanya bisa belajar di sisinya. Dia banyak memberi saya saran tentang posisi dan memberi saya lebih banyak tanggung jawab,” jelasnya.
Zidane juga telah memberikan peran spesifik kepada Koné di lapangan. Dalam kemenangan 1-0 Prancis atas Turki di awal Nations League 2026/2027, Koné ditempatkan lebih dalam di lini tengah untuk memperkuat pertahanan.
Koné sendiri bergabung dengan pemusatan latihan timnas dengan performa impresif bersama AS Roma, termasuk mencetak dua gol melawan Inter Milan sebelum memperkuat timnas.
Meskipun belum mencetak gol dalam 21 penampilannya bersama Prancis, Koné menyatakan fokus utamanya adalah menjalankan instruksi pelatih. “Gol akan datang. Namun, yang terpenting adalah memenuhi apa yang diminta pelatih,” katanya.
Pertandingan mendatang melawan Italia di Stade de France akan menjadi sorotan, termasuk bagaimana Zidane akan disambut oleh publik Prancis. “Kita tidak perlu terkejut, kita hanya bisa mengucapkan selamat atas kariernya. Kita akan melihatnya pada Jumat, dari sambutan yang dia dapatkan,” tutup Koné.
