GridHype.ID — JAKARTA – Tim nasional sepak bola putra Korea Selatan menuai sorotan publik dalam negeri setelah merayakan kemenangan medali emas Asian Games 2026 dengan menyoroti pembebasan dari kewajiban militer. Sejumlah pemain kemudian menyampaikan permohonan maaf mereka.
Korsel berhasil mengunci gelar juara setelah mengalahkan tuan rumah Jepang dengan skor 1-0 pada laga final yang digelar di Stadion Toyota. Gelar ini menandai medali emas keempat berturut-turut bagi timnas sepak bola putra Korea Selatan di ajang Asian Games.
Pasca pertandingan, beberapa wawancara dengan pemain mengungkapkan rasa gembira mereka karena berhasil ‘lolos’ dari kewajiban wajib militer. Salah satunya adalah Yang Min-hyeok, pemain berusia 20 tahun yang saat ini berkompetisi di Liga Belgia bersama Westerlo.
“Saya rasa medali atau trofi sama sekali tidak penting. Penghargaan sebenarnya bagi kami adalah pembebasan wajib militer, jadi saya pikir kami bermain hanya dengan memikirkan hal itu,” ujar Yang Min-hyeok, seperti dikutip dari Korea Times.
Pernyataan serupa juga diungkapkan oleh Lee Gi-hyuk yang mengatakan, “Saya tak pergi ke (wajib) militer.” Sementara itu, Park Seung-soo membagikan foto dirinya mengenakan topi pasukan cadangan di media sosialnya, sebuah simbol yang identik dengan selesainya tugas militer.
Sikap para pemain tersebut memicu perdebatan dan perbandingan dengan para bintang K-Pop. Para kritikus menyoroti bahwa banyak idola K-Pop tetap menjalani wajib militer meski telah memiliki nama besar di kancah internasional dan berkontribusi dalam mempopulerkan budaya Korea.
Seorang politisi lokal, Na Kyung-won, berpendapat, “Saat hanya ada sedikit cara untuk memperkenalkan Korea kepada dunia, satu medali saja sudah menjadi sarana promosi nasional. Hal itu tentu sangat berarti pada masa itu, namun kini situasinya sudah berbeda. Dunia kin mengenal Korea melalui K-pop, drama Korea, semikonduktor, ponsel pintar, dan mobil.”
Menanggapi sorotan tersebut, ketiga pemain itu belakangan telah menyampaikan permintaan maaf. Yang Min-Hyeok melalui akun media sosialnya menegaskan bahwa ia tidak pernah menganggap medali emas yang diraih sebagai hal yang biasa. Namun, ia juga mengakui bahwa pengecualian militer memang menjadi “salah satu sumber motivasi” untuk meraih kemenangan.
Atlet-atlet Korea Selatan memang memiliki keistimewaan untuk mendapatkan pengecualian wajib militer selama 18 hingga 21 bulan apabila berhasil meraih medali emas di Asian Games atau medali apa pun di Olimpiade. Sebagai gantinya, mereka diwajibkan mengikuti pelatihan dasar selama beberapa pekan dan menjalani layanan masyarakat dalam jangka waktu tertentu.
Dalam cabang sepak bola, salah satu contoh atlet yang paling dikenal publik menerima fasilitas serupa adalah Son Heung-min. Ia memperoleh pengecualian wajib militer setelah sukses membawa pulang medali emas Asian Games 2018.
