GridHype.ID — Cristiano Ronaldo memberikan klarifikasi mengenai keputusannya meninggalkan kamp latihan Timnas Portugal. Bintang sepak bola itu menegaskan bahwa ia tidak pernah mencampuri urusan teknis pelatih maupun pejabat tim nasional.
Pernyataan ini muncul setelah Ronaldo bersitegang dengan pelatih Jorge Jesus, yang membuatnya merasa dibohongi. Ada dua poin utama kekecewaan Ronaldo terhadap Jesus: tidak dimainkan dalam laga melawan Norwegia dan penolakan pelatih untuk meminta maaf secara terbuka.
Dalam rilisnya di media sosial, Ronaldo menyatakan kekecewaannya karena merasa dibohongi, yang mendorongnya untuk segera meninggalkan timnas. Ia menekankan pentingnya kejujuran dalam setiap hubungan.
“Bahkan, dalam percakapan yang saya lakukan dengan presiden Federasi Sepak Bola Portugal dan pelatih pada pagi hari konferensi pers itu, Anda bisa memverifikasinya, saya meyakinkan mereka jika mereka tidak menginginkan kehadiran saya, mereka seharusnya mengatakannya kepada saya. Mereka hanya perlu jujur. Saya akan menerimanya dan berjanji kepada mereka bahwa kami akan mempersiapkan sesuatu yang luar biasa, seperti yang saya harapkan akan terjadi, dan tidak ada yang akan marah,” ujar Ronaldo.
Ia menambahkan, “Saya mengingatnya seolah-olah baru terjadi kemarin. Mereka menjawab dengan suara bulat bahwa tidak. Bahwa tempat saya adalah di tim nasional.”
Lebih lanjut, Ronaldo menegaskan komitmennya terhadap profesionalisme selama hampir 25 tahun kariernya.
“Saya tidak pernah campur tangan, kapan pun, dalam keputusan teknis atau taktis apa pun yang diambil oleh pelatih atau pejabat tim nasional mana pun selama hampir 25 tahun karier saya. Saya menerima, baik itu baik maupun buruk, apa yang mereka usulkan. Saya menghormati keputusan tersebut, dan ketika mereka melanggar janjinya kepada saya, saya merasa tempat saya bukanlah di sini,” pungkasnya.
