— Juventus meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Celta Vigo dalam laga kedua fase grup Liga Europa di Stadion Balaidos, Jumat (16/10/2026) dini hari WIB. Sempat tertinggal lebih dulu, Bianconeri membalikkan keadaan berkat perubahan taktik yang dilakukan pelatih Luciano Spalletti.

Gol Celta Vigo tercipta di menit ke-18 melalui Hugo Alvarez yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Juventus. Namun, tim tamu berhasil bangkit di babak kedua. Nick Woltemade menyamakan kedudukan di menit ke-58 setelah memanfaatkan kesalahan pertahanan Celta.

Keputusan Spalletti memasukkan Randal Kolo Muani lima menit berselang terbukti jitu. Penyerang asal Prancis itu menjadi penentu kemenangan Juventus melalui sundulan di masa injury time, memastikan Bianconeri meraih poin penuh.

Kemenangan ini menjadi yang kedua beruntun bagi Juventus di Liga Europa, setelah sebelumnya mereka sukses membungkam NEC Nijmegen dengan skor 5-0. Hasil ini membawa Juventus memimpin klasemen sementara grup dengan enam poin.

Usai pertandingan, Spalletti menjelaskan situasi timnya di babak pertama. “Kami agak lambat dalam segala hal di babak pertama, dan itu memberi kesempatan bagi Celta untuk kembali mengatur posisi. Saat merebut bola, kami terlalu lambat untuk melakukan serangan balik; lalu saat kehilangan bola, kami terlalu lambat dalam melakukan tekanan untuk merebutnya lagi,” ujar Spalletti kepada Sky Sport Italia.

Spalletti membandingkan performa timnya kali ini dengan laga sebelumnya. “Performa kami saat melawan Cagliari (akhir pekan lalu) jauh lebih baik dalam segala aspek-baik dari segi fokus, konsistensi, maupun intensitas. Hari ini, kami terlalu lambat di setiap fase permainan,” katanya.

Meskipun demikian, Spalletti mengapresiasi keberanian para pemainnya. “Kami memiliki peluang, begitu pula Celta, tetapi terkadang kami kurang terorganisasi dan memberikan celah yang bisa dimanfaatkan lawan untuk menyulitkan kami. Di sisi lain, saya senang para pemain ini berani mengambil risiko demi mengejar kemenangan; dalam sepak bola modern, Anda memang perlu mengambil risiko.”

Perubahan taktik Spalletti menjelang gol kedua melibatkan pergeseran posisi Kolo Muani ke tengah dan Woltemade ke sayap. Tak lama kemudian, Andrea Cambiaso mengirim umpan silang yang berhasil disundul Kolo Muani menjadi gol.

“Kolo terlalu fokus menjadi winger; sisi lapangan itu seharusnya dibiarkan kosong untuk Cambiaso, tetapi kami gagal menguasai bola pada momen-momen tertentu, sehingga mereka terus-menerus menemukan pemain yang bebas di lini tengah,” jelas Spalletti.

“Mereka memaksa kami untuk terus mengejar, yang membuat kami menghabiskan banyak energi. Menjelang akhir, Woltemade tampak sedikit kelelahan, sementara Kolo bisa memberikan dampak dalam situasi satu lawan satu. Dia adalah pemain yang kuat, jadi saya mengubah posisinya, namun pada akhirnya, para penyeranglah yang menjadi penentu lewat keputusan-keputusan yang mereka ambil di lapangan,” tegasnya.

Juventus akan kembali berlaga di Serie A dengan menjamu Lazio pada Senin (19/10) pukul 01.45 WIB. Setelah itu, mereka akan melanjutkan kiprahnya di Liga Europa melawan Rennes pada Kamis (22/10).