— Saint-Denis – Zinedine Zidane mengungkapkan kekagumannya terhadap performa bek muda Jeremy Jacquet yang tampil gemilang dalam dua laga debutnya bersama Timnas Prancis di ajang UEFA Nations League.

Jacquet, yang awalnya dibawa sebagai pelapis untuk Ibrahima Konate yang dipasangkan dengan Dayot Upamecano, mendapat kesempatan bermain penuh setelah Konate mengalami cedera. Setelah hanya duduk di bangku cadangan saat melawan Turki, Jacquet langsung dipercaya menjadi starter dalam pertandingan melawan Belgia dan Italia.

Meskipun lini belakang Prancis mengalami pergantian pemain, dengan duetnya yang bervariasi antara Maxence Lacroix dan Upamecano, Jacquet berhasil membayar kepercayaan yang diberikan oleh Zidane. Ia menunjukkan performa solid di lapangan.

Dalam laga melawan Italia, misalnya, Jacquet mencatatkan delapan kontribusi defensif, termasuk tiga tekel, satu blok, dua sapuan, dua intersep, dan dua pemulihan bola. Penampilannya yang impresif membuat pelatih Zinedine Zidane takjub.

“Sangat bagus, sangat, sangat bagus. Dia berani, tidak takut membawa bola ke depan. Sangat bagus dalam duel. Sekali lagi saya bilang dia sangat bagus. Saya sudah katakan sampai empat kali,” ujar Zidane seperti dikutip dari The Athletic.

Sanjungan dari Zidane tentu disambut baik oleh Jacquet. Namun, pemain berusia 21 tahun itu memilih untuk tetap fokus menjaga performanya di setiap pertandingan.

“Lebih dari yang saya bayangkan (soal debut). Berlatih bersama para pemain hebat ini, sebuah kehormatan bagi saya. Saya hanya ingin menikmati setiap momen yang ada,” tutur Jacquet.

Timnas Prancis masih memiliki satu pertandingan tersisa melawan Belgia pada Selasa (6/10/2026) dini hari WIB. Menarik untuk dinantikan apakah Jacquet akan kembali bersinar di laga tersebut.