— London – Keputusan drastis diambil oleh manajemen Arsenal. Klub berjuluk The Gunners ini dilaporkan akan melakukan pemangkasan 60 posisi pekerjaan sebagai bagian dari restrukturisasi, yang terjadi tak lama setelah Mikel Arteta meneken kontrak baru berdurasi panjang dengan kenaikan gaji fantastis.

Menurut laporan BBC, Direktur Eksekutif Arsenal, Richard Garlick, telah menginformasikan kepada para karyawan mengenai rencana pengurangan ini. Pemangkasan tersebut diperkirakan akan memengaruhi sekitar tujuh persen dari total 871 staf tetap klub. Posisi yang tidak terkait langsung dengan tim, seperti staf pelatih atau staf kinerja di tim pria dan wanita, serta posisi di luar lapangan, tidak akan terdampak oleh kebijakan ini.

Langkah efisiensi ini diambil hanya berselang seminggu setelah Mikel Arteta resmi memperpanjang kontraknya dengan Arsenal hingga tahun 2030. Perpanjangan kontrak ini datang setelah keberhasilan Arteta membawa tim meraih gelar juara Liga Inggris musim lalu.

Dalam kontrak barunya tersebut, Arteta dilaporkan mengalami peningkatan gaji yang cukup signifikan. Sebelumnya, ia menerima gaji sekitar 10 juta poundsterling per tahun, ditambah bonus 5 juta poundsterling. Dengan kontrak baru ini, total gajinya diprediksi mencapai 20 juta poundsterling per tahun, atau setara dengan Rp 481 miliar, yang menjadikannya manajer dengan bayaran termahal di Liga Inggris saat ini.

Menanggapi isu pemecatan karyawan menjelang laga melawan Nottingham Forest, Mikel Arteta memberikan pandangannya. Ia menilai keputusan tersebut perlu diambil demi kesuksesan klub di masa depan. “Saya telah diberi penjelasan mengenai proses ini, serta analisis yang telah dilakukan di seluruh klub, dengan tujuan untuk terus berkembang dan meningkatkan diri,” ujar manajer asal Spanyol itu.

Arteta menambahkan, “Beberapa keputusan harus diambil untuk menempatkan orang-orang pada posisi yang tepat, serta terus berinvestasi, guna mencapai apa yang ingin kami capai, kesuksesan yang ingin kami wujudkan. Hal itu telah dijelaskan.” Ia juga menegaskan bahwa dirinya bukanlah pihak yang tepat untuk menjawab lebih detail mengenai keputusan tersebut. “Tentu saja, saya bukan orang yang tepat untuk menjawab pertanyaan itu. Itu sudah pasti. Dan semoga semua orang akan menghormati hal itu,” pungkas Arteta.