GridHype.ID — Presiden LaLiga, Javier Tebas, memberikan tanggapan tegas terhadap tuntutan mundur yang dilayangkan oleh klub raksasa Spanyol, Real Madrid. Tebas menuding Los Blancos telah melakukan tindakan intimidasi terhadapnya.
Perseteruan antara Tebas dan Real Madrid memanas setelah Tebas menyamakan Real Madrid TV dengan propaganda Nazi Jerman. Pernyataan ini sontak memicu kemarahan klub yang bermarkas di Santiago Bernabéu tersebut.
Real Madrid tidak terima disamakan dengan rezim Nazi. Los Merengues pun menuntut Tebas untuk mundur dari jabatannya sebagai presiden LaLiga. Tuntutan ini didasari oleh dua hal: pernyataan kontroversial Tebas mengenai Real Madrid TV, serta dugaan ketidakmampuan Tebas dalam menangani kasus suap wasit yang melibatkan Barcelona, yang dikenal sebagai kasus Negreira.
Menanggapi tuntutan mundur tersebut, Javier Tebas dengan keras menyatakan bahwa LaLiga telah mengambil tindakan sejak awal dalam penanganan kasus Negreira. Ia juga mengklaim adanya kemajuan dalam reformasi perwasitan di Liga Spanyol.
Namun, Tebas menilai bahwa Real Madrid memiliki kecenderungan untuk selalu mengeluhkan keputusan wasit setiap kali mereka tidak meraih hasil yang diinginkan. “Mereka bisa saja terus menuntut pengunduran diri saya, mendiskualifikasi saya, atau ‘membunuh’ sosial saya. Saya sudah paham prosedurnya. Saya juga ingat kalimat ‘Saya akan membuat semua penggemar Real Madrid menentang Anda, dan Anda tidak akan bisa berjalan di jalan’,” tulis Tebas dalam unggahannya di platform X.
Lebih lanjut, Tebas menambahkan, “Berhentilah menargetkan orang dan mencampuradukkan kritik terhadap pemimpin Anda dengan serangan terhadap klub dan penggemarnya.” Ia menegaskan, “Semua ini memiliki nama: Intimidasi. Mengemasnya dalam pernyataan resmi tidak menjadikannya regenerasi.”
Javier Tebas juga mengungkapkan bahwa permintaan mundur dari Real Madrid bukanlah hal baru baginya. Ia mengklaim bahwa Los Blancos telah berupaya menuntut pengunduran dirinya selama 13 tahun terakhir.
