GridHype.ID — Kartu merah yang diterima Ryan Gravenberch menjadi titik balik krusial dalam pertandingan antara Liverpool dan Manchester City di Anfield. Mantan wasit Premier League, Dermot Gallagher, menganggap keputusan tersebut sebagai sebuah kemalangan bagi gelandang Liverpool itu.
Gravenberch diusir oleh wasit Chris Kavanagh pada menit ke-62 setelah menerima kartu kuning kedua. Keputusan ini berujung pada keunggulan tim tamu. Manchester City memanfaatkan situasi tersebut untuk mencetak tiga gol melalui Erling Haaland, Jeremy Doku, dan Rayan Cherki, mengakhiri laga dengan kemenangan 3-0.
Dermot Gallagher, dalam analisisnya, menyatakan bahwa kartu kuning pertama yang diterima Gravenberch dinilai terlalu keras. Ia menduga wasit Kavanagh salah mengira bahwa kontak terjadi pada lutut pemain lawan, padahal sebenarnya hanya mengenai bagian atas sepatu dengan intensitas ringan.
“Itu keputusan yang sangat keras. Saya rasa masalahnya bagi Chris (Kavanagh) adalah, dalam pandangannya, sepertinya dia merasa kalau si pemain mengenai lutut,” ujar Gallagher kepada Sky Sports.
“Kalau dilihat kembali, bukan itu yang terjadi. Dia merasa dia (Gravenberch) mengenai lutut, jadi menurutnya itu pelanggaran kaki naik terlalu tinggi dan sebuah kartu kuning. Dia mengenai bagian atas sepatu. Dia sangat tidak beruntung,” tambahnya.
Meskipun demikian, Gallagher mengakui bahwa untuk kartu kuning kedua, keputusan wasit sudah tepat. Ia berpendapat bahwa meskipun tekelnya tidak terlalu keras, dampaknya membuat Gravenberch tidak berhasil merebut bola.
“Tak diragukan lagi. Bukan soal tingkat keparahan tekelnya ya, melainkan dampaknya. Menurut saya dia tak bisa merebut bola itu,” pungkas Gallagher.
