— JAKARTA – Kendati telah diberikan banyak kesempatan, penampilan Florian Wirtz bersama Liverpool belum juga menunjukkan performa yang diharapkan. Mantan pemain Liverpool, Jamie Carragher, menyarankan agar pelatih Andoni Iraola mempertimbangkan untuk menepikan Wirtz dan mencari solusi lain.

Wirtz direkrut pada bursa transfer musim panas 2025 dengan ekspektasi tinggi setelah bersinar bersama Bayer Leverkusen. Ia diharapkan menjadi motor serangan utama tim Merseyside tersebut. Namun, hingga kini pemain berusia 23 tahun itu belum mampu memberikan dampak yang signifikan.

Musim lalu, Wirtz mencatatkan lima gol dan tiga assist di Premier League. Musim ini, ia baru mengumpulkan satu assist dari enam pertandingan yang telah dijalani. Dalam kekalahan 0-3 Liverpool dari Manchester City di Anfield pada Minggu (11/10/2026) malam, Wirtz tidak mampu menciptakan peluang berarti. Justru Ryan Gravenberch yang menunjukkan progres permainan dan nyaris menciptakan sesuatu sebelum mendapat kartu merah.

Carragher menilai bahwa sudah waktunya Wirtz tidak lagi menjadi pilihan utama. “Sulit bagi saya untuk menyebutkan satu pertandingan saja, ketika dia menjadi penentu kemenangan Liverpool atau tampil sebagai sosok kunci. Dia didatangkan untuk menjadi bintang di Premier League,” ungkap Carragher di Sky Sports.

Ia membandingkan Wirtz dengan Kevin De Bruyne yang kerap menjadi penentu kemenangan Manchester City. “Saya sempat berharap dia bisa menjadi sosok seperti Kevin De Bruyne, yang kerap membawa Man City meraih kemenangan di saat-saat krusial. Wirtz sudah memainkan 55-60 pertandingan -jumlah yang sangat banyak-dan saya tidak melihat adanya perubahan,” lanjutnya.

Carragher menekankan bahwa posisi nomor 10 yang seolah menjadi jatah mutlak bagi Wirtz setiap pekan harus dihentikan. “Situasi ketika posisi nomor 10 seolah sudah menjadi jatah mutlak baginya untuk bermain setiap pekan, itu harus dihentikan. Menurut saya, dia perlu dicadangkan; saya sudah mengatakan hal ini sebelumnya dan saya akan mengatakannya lagi,” tegas Carragher.