GridHype.ID — Jakarta – Inter Milan mengawali kiprahnya di Liga Champions musim ini dengan hasil yang mengecewakan, meraih dua kekalahan beruntun dalam dua pertandingan awal. Mantan pemain Inter yang kini menjadi staf pelatih, Cristian Chivu, menyatakan kekhawatirannya terhadap situasi tim saat ini.
Kekalahan terbaru Inter terjadi saat menjamu Club Brugge di matchday kedua Liga Champions. Bertanding di Stadion Giuseppe Meazza pada Rabu (14/10/2026) dini hari WIB, Inter harus mengakui keunggulan wakil Belgia tersebut dengan skor akhir 3-4.
Hasil ini menambah catatan buruk Inter setelah pada pertandingan sebelumnya, di matchday pertama, mereka juga harus menelan kekalahan 1-2 dari Real Madrid di kandang lawan. Akibat dua kekalahan tersebut, Inter kini terpuruk di dasar klasemen grup Liga Champions tanpa perolehan poin.
Chivu mengungkapkan bahwa dua kekalahan beruntun ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai peluang Inter untuk melaju ke fase gugur. Ia teringat pengalaman musim lalu, di mana Inter hanya terpaut satu poin dari zona lolos otomatis ke babak 16 besar, namun akhirnya tersingkir di babak play-off knockout.
“Saya tidak bisa mengatakan ini tidak mengkhawatirkan, jelas ada hal yang harus kami evaluasi lagi,” ujar Chivu kepada Sky Sport Italia. Ia menambahkan bahwa persaingan di Liga Champions sangatlah ketat.
“Di Liga Champions khususnya sulit untuk kembali ke jalur mengingat kualitas lawan, tapi kami harus fokus ke keseimbangan kami, duel-duel, bola kedua, mempertahankan bentuk,” lanjutnya.
Chivu juga menyatakan kesiapannya untuk mengambil tanggung jawab atas hasil yang kurang memuaskan ini. “Saya harus jadi yang pertama bertanggung jawab, karena mungkin saya tidak bisa menemukan keseimbangan yang tepat untuk menghadapi laga-laga tertentu.”
Meskipun demikian, Chivu mengajak seluruh tim untuk tetap menjaga keyakinan. “Kami juga harus tetap percaya, karena masih ada enam pertandingan lagi. Benar dua kekalahan ini melukai ekspektasi kami di Liga Champions, khususnya mengingat bagaimana kami berakhir di kompetisi ini musim lalu,” tutupnya.
