— Real Madrid meraih kemenangan telak 4-1 atas Sevilla dalam lanjutan Liga Spanyol di Santiago Bernabeu, Senin (19/10) dini hari WIB. Namun, duel ini diwarnai kontroversi terkait keputusan wasit yang dinilai merugikan tim tamu.

Insiden utama terjadi pada pertengahan babak pertama ketika pemain Real Madrid, Arda Guler, terlihat menyikut wajah pemain Sevilla, Gerard Peqeta. Peqeta sempat tersungkur akibat insiden tersebut. Meskipun sempat diyakini akan ditinjau oleh VAR, wasit Busquet Ferrer memutuskan tidak ada pelanggaran dan tidak memberikan kartu kepada Guler.

Keputusan ini memicu ketegangan di antara para pemain kedua tim. Wasit akhirnya memberikan kartu kuning kepada Dean Huijsen dari Madrid dan Felix Correira dari Sevilla. Tak lama setelah insiden tersebut, Arda Guler justru berhasil membuka kebuntuan bagi Real Madrid.

Kylian Mbappe kemudian menggandakan keunggulan Madrid dengan dua gol tambahan, satu di antaranya melalui penalti. Sevilla sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol Manu Bueno, sebelum Yan Diomande memastikan kemenangan Madrid dengan golnya di menit-menit akhir pertandingan.

Pelatih Sevilla, Luis Garcia Plaza, mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam atas keputusan wasit. “Saya harap semua orang membuat judul berita ‘Sikut dan itu saja,'” katanya dilansir AS. “Sebelas lawan sebelas memang pantas menang, tapi mereka telah merampas kesempatan kami untuk bermain satu pertandingan lagi.”

Plaza menambahkan, seharusnya Sevilla bermain dengan keunggulan jumlah pemain sejak menit ke-25. “Mereka memotong suara saya, ini tidak bisa dipercaya (suaranya tidak terdengar). Dan siapa pun yang tidak mempublikasikan ini atau tidak mengatakan apa pun… Peque seperti, ‘Dia memukulku, dia memukulku!’ Itu kartu merah!” ungkapnya.

Kontroversi lain terjadi kurang dari sepuluh menit setelah insiden Guler. Ibrahima Konate dari Real Madrid dinilai menjatuhkan Robbie Ure dari Sevilla saat hendak menerima umpan panjang. Plaza mengklaim bahwa insiden ini tidak ditayangkan di TV, padahal menurutnya sangat jelas.

“Memang benar ada pelanggaran terhadap Ure pada gol kedua; memang bukan kartu merah, tapi tetap pelanggaran. Saya diberitahu bahwa insidennya tidak ditayangkan di TV, dan itu sangat jelas,” sembur Plaza lagi. Ia mempertanyakan mengapa timnya tidak mendapatkan keunggulan jumlah pemain yang seharusnya. “Kami seharunya bermain dengan keunggulan jumlah pemain, tapi itu tidak terjadi. Kenapa tidak terjadi? Mungkinkah mereka ingin terhindar dari jarak yang lebih lebar di Clasico seandainya kami yang menang, saya tidak tahu sih,” pungkasnya.