— Pemain Timnas Swiss, Granit Xhaka, mengakui kesalahannya dalam memanipulasi hasil tes Covid-19 beberapa tahun lalu. Akibat perbuatannya, ia dijatuhi hukuman denda yang cukup besar, diperkirakan mencapai 3,2 miliar rupiah.

Xhaka sempat absen membela Timnas Swiss dalam ajang UEFA Nations League karena tersangkut dalam penyelidikan terkait kasus sertifikasi vaksin Covid-19 palsu. Kasus ini merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Kantor Kejaksaan Luzern selama beberapa pekan terakhir.

Kronologi kasus ini bermula ketika Xhaka dinyatakan positif Covid-19 pada tahun 2022. Saat itu, ia harus menjalani karantina selama sebulan penuh akibat terjangkit virus tersebut. Sekitar satu tahun setelahnya, Xhaka dilaporkan menerima sertifikat vaksin dari seorang dokter di Luzern, yang diduga tidak sah.

Meskipun pengacara dokter tersebut mengklaim telah memberikan vaksin kepada Xhaka, pemain itu sendiri tiga tahun kemudian mengaku mendapatkan sertifikat vaksin tersebut secara cuma-cuma, tanpa pernah menjalani vaksinasi.

Menyadari kesalahannya, Xhaka mengaku bersalah dan menyampaikan permintaan maaf atas kelalaiannya. Sebagai konsekuensinya, Xhaka harus menjalani hukuman percobaan selama dua tahun ke depan, yang berupa denda sebesar 136.265 ribu poundsterling atau sekitar 3,2 miliar rupiah. Hukuman percobaan ini akan aktif secara otomatis apabila Xhaka melakukan pelanggaran serupa di masa mendatang.

“Beberapa pekan lalu, saya secara pribadi mengaku akan bertanggung jawab atas keputusan saya. Saya tetap seperti itu,” ujar Xhaka seperti dikutip dari Tribuna. Ia melanjutkan, “Setelah memberikan keterangan lengkap kepada kantor jaksa penuntut umum, maka mereka akhirnya membuat keputusan.”

Xhaka menjelaskan lebih lanjut, “Saya didakwa memberikan sertifikat palsu sehingga harus menjalani hukuman percobaan, yakni membayar denda 3.000 franc Swiss selama 50 hari beruntun. Ini artinya: hukuman ini tidak akan berlaku selama saya tidak melakukan tindakan serupa selama periode itu. Saya sudah membayar biaya persidangan.”

“Saya terima keputusan itu dan bertanggung jawab penuh atas keputusan saya. Terima kasih atas pesan-pesan serta dukungan dalam beberapa pekan terakhir. Ini berarti besar buat saya,” tutupnya.