— JAKARTA – Gelandang veteran Real Madrid, Luka Modric, turut angkat bicara mengenai situasi yang dihadapi mantan rekan setimnya, Cristiano Ronaldo, bersama Timnas Portugal. Modric menyampaikan rasa simpati dan berharap drama yang melibatkan Ronaldo dan pelatih Jorge Jesus segera menemukan solusi terbaik.

Cristiano Ronaldo diketahui meninggalkan pemusatan latihan Timnas Portugal di tengah jeda internasional UEFA Nations League. Penyerang bintang itu hanya mendapatkan kesempatan bermain dalam satu dari empat pertandingan yang dijalani timnasnya. Keputusan untuk hengkang dari kamp timnas ini memicu spekulasi dan potensi hukuman.

Ronaldo sendiri telah memberikan klarifikasi melalui media sosial, menyatakan bahwa dirinya merasa dibohongi oleh pelatih Jorge Jesus. Ia mengaku telah diminta untuk melakukan pemanasan, namun tidak kunjung diturunkan dalam pertandingan.

Situasi ini berpotensi membuat Ronaldo menghadapi hukuman larangan bermain dari Federasi Sepakbola Portugal, mengingat adanya aturan tegas terkait pemain yang meninggalkan timnas tanpa izin. Ronaldo dikabarkan siap menerima konsekuensi tersebut, meskipun drama ini menambah catatan kurang harmonis dalam perjalanan kariernya bersama timnas Portugal, yang mungkin berada di fase akhir.

Menanggapi hal tersebut, Luka Modric, yang pernah bermain bersama Ronaldo selama enam musim di Real Madrid dari 2012 hingga 2018, menyatakan dukungannya. Modric berharap agar permasalahan ini dapat segera terselesaikan dengan baik.

“Saya belum berbicara dengannya. Saya benar-benar tidak tahu apa yang terjadi,” ujar Modric, seperti dikutip dari Tribuna. “Sayang sekali hal itu terjadi di negaranya. Cristiano pantas mendapatkan perpisahan yang layak. Saya berharap semuanya bisa diselesaikan, karena Cristiano adalah pemain terhebat dalam sejarah Portugal,” tegasnya.

Selama periode mereka bermain bersama di Real Madrid, Modric dan Ronaldo berhasil mempersembahkan banyak gelar, termasuk empat trofi Liga Champions bagi klub berjuluk Los Blancos tersebut.