— Jakarta – Tim Nasional Indonesia akan menghadapi Thailand dalam pertandingan puncak FIFA ASEAN Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung hari ini, Senin (5/10/2026), pukul 20.00 WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Seluruh 67.000 tiket pertandingan final tersebut dilaporkan telah habis terjual.

Meskipun banyak pihak memprediksi Indonesia akan menghadapi kesulitan melawan Thailand, Skuad Garuda memiliki misi penting untuk mengakhiri penantian gelar juara yang telah berlangsung selama 35 tahun.

Sepanjang gelaran FIFA ASEAN Cup 2026, Indonesia menunjukkan performa impresif dengan belum terkalahkan. Mereka berhasil meraih dua kemenangan dan satu kali imbang. Kemenangan diraih atas Singapura dan Bangladesh, sementara hasil imbang didapatkan saat melawan Malaysia.

Indonesia juga tercatat sebagai tim paling produktif dengan total 11 gol yang telah dicetak. Gawang tim Merah Putih hanya kebobolan dua kali, dengan dua catatan clean sheet. Nama Mitchell Baker menjadi sorotan setelah berhasil mencetak 5 gol dalam pertandingan krusial melawan Bangladesh. Pemain berusia 19 tahun ini tampil subur dan memimpin daftar pencetak gol terbanyak, serta masih memiliki peluang menambah koleksinya di laga final melawan Thailand.

Namun, ada kabar kurang menyenangkan dari pemusatan latihan Timnas Indonesia. Salah satu penyerang, Ole Romeny, dikabarkan mengalami masalah kebugaran dan harus menjalani latihan terpisah. Ole tidak bergabung dengan rekan-rekannya yang mengikuti program latihan tim pelatih. Pelatih John Herdman mengonfirmasi Ole mengalami masalah kebugaran, namun ia tidak memberikan detail lebih lanjut mengenai kondisi sang pemain dalam konferensi pers jelang laga final.

“Saya rasa ketika seorang pemain memberikan empat assist dalam satu pertandingan, dia mendapatkan perlakuan khusus. Dia boleh berlatih sendiri dan itu memang sebuah pencapaian yang cukup unik. Namun, serius, Ole sedang menjalani pemeriksaan. Kondisinya kami pantau dari hari ke hari,” ujar Herdman berkelakar saat memberikan keterangan, Minggu (4/10).

John Herdman juga menyadari rekor buruk timnya saat menghadapi Thailand di laga final sebelumnya. Meskipun demikian, ia tetap yakin dengan kemampuan timnya. Indonesia tercatat selalu kalah dalam empat pertandingan final Piala AFF (2000, 2002, 2016, dan 2020).

“Saya mempelajari sejarah pertandingan kedua tim. Saya pikir Thailand telah memenangkan cukup banyak pertandingan melawan Indonesia. Jadi, saya yakin mereka akan percaya diri. Mereka memiliki sejarah mengalahkan Indonesia,” kata Herdman kepada media pada Minggu (4/10).

Pertandingan final ini juga akan menjadi ajang adu taktik antara John Herdman dan Anthony Hudson. Kedua pelatih asal Inggris ini memiliki pengalaman melatih yang serupa di Amerika Utara. Herdman pernah menukangi Timnas Kanada dan Toronto FC, sementara Hudson pernah melatih Colorado Rapids dan menjadi asisten pelatih Timnas Amerika Serikat.

Kapten Timnas Indonesia, Kevin Diks, dalam konferensi pers juga menyampaikan pandangannya mengenai laga final melawan Thailand. Diks berharap para pemain Indonesia dapat mempertahankan fokus sepanjang pertandingan.

“Satu kesalahan kecil bisa menjadi pembeda. Di sisi lain, tim lawan bisa meraih keuntungan dari kelengahan yang dilakukan pemain. Jangan terbawa emosi atau hal-hal lainnya karena Anda harus tetap fokus selama 100 menit, bahkan mungkin lebih,” tutur Diks.

Pertanyaan besar pun mengemuka, mampukah Indonesia mengakhiri rekor buruk saat berhadapan dengan Thailand? Akankah John Herdman berhasil mempersembahkan trofi pertamanya untuk Timnas Garuda? Pertanyaan-pertanyaan ini akan terjawab dalam segmen d’Hattrick.

Selain itu, dalam segmen detikSore, akan diulas pula sejumlah penangkapan terduga teroris di kawasan Antapani, Bandung, Jawa Barat. Densus 88 Antiteror dilaporkan menggeledah sebuah kontrakan di permukiman padat di Parakan Saat, Antapani, Bandung, Jawa Barat. Petugas menyita sejumlah barang bukti seperti handphone hingga flashdisk. Tindakan ini merupakan kelanjutan dari penangkapan seorang pria di lokasi berbeda sehari sebelumnya.

Selanjutnya, detikSore akan membahas hasil investigasi tim detikX mengenai keberadaan paviliun-paviliun misterius di area Lapas Klas IIA Cibinong, Jawa Barat. Setelah video sidak Ombudsman di lapas tersebut beredar luas, Kementerian Imigrasi membentuk tim khusus untuk menginvestigasi temuan tersebut. Beberapa pejabat di Lapas Kelas II A Cibinong dipanggil oleh Komisi XIII DPR untuk dimintai keterangan. Terbaru, belasan bangunan yang ternyata tidak memiliki izin tersebut telah dibongkar.

Tim detikX dilaporkan berhasil memperoleh sejumlah informasi penting yang belum dipublikasikan mengenai kasus ini, serta merangkai benang merah dari berbagai fakta yang ditemukan. Pembahasan mendalam akan disajikan dalam Sunsetalk.

Simak berita terbaru dan menarik lainnya dari detikcom dalam detikSore.