— ROMA – Pelatih AS Roma, Jose Mourinho, mengakui bahwa timnya tidak mampu mempertahankan keunggulan saat menghadapi Real Madrid dalam lanjutan Liga Champions di Stadion Olimpico. Madrid berhasil bangkit di delapan menit terakhir waktu normal untuk membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal 1-3.

Gol-gol dari pemain pengganti Real Madrid, Carlos Espi dan Endrick, serta gol penentu kemenangan yang dicetak oleh Antonio Ruediger, menjadi pukulan telak bagi Roma. Mourinho menyatakan bahwa timnya tampil superior di sebagian besar pertandingan, namun intensitas tinggi yang mereka mainkan justru menguras tenaga.

“Anda bisa mengatakan, tadi itu dua permainan dalam satu pertandingan, Roma superior di setiap aspek di pertandingan pertama, dan kemudian Real Madrid mustahil dihentikan di 20 menit,” ujar Mourinho kepada Amazon Prime Italia.

Mourinho menambahkan bahwa kelelahan pemain menjadi faktor krusial dalam kekalahan timnya. “Setelah ketinggalan 1-3, mungkin orang-orang berpikir pertandingannya sudah berakhir, tapi satu-satunya yang tamat adalah pemain-pemain Roma,” tegasnya.

Pelatih asal Portugal itu menilai bahwa gaya bermain intens yang diterapkan Roma membuat pemainnya kesulitan menghadapi gempuran serangan Madrid di menit-menit akhir. “Sangat sulit bermain dengan intensitas seperti ini dan gaya sepakbola yang mereka mainkan. Kami melakukan pergantian pemain, karena kebobolan tiga, empat, lima gol tidak membuat banyak perbedaan. Roma tidak mampu mengatasi gempuran serangan yang kami lepaskan,” pungkas Jose Mourinho.