GridHype.ID — JAKARTA – Rentetan hasil minor Manchester United belakangan ini memunculkan sorotan tajam terhadap performa tim, termasuk kepemimpinan kapten Bruno Fernandes. Dalam tujuh pertandingan terakhir, Setan Merah hanya mampu meraih tiga hasil imbang dan menelan empat kekalahan.
Puncak performa buruk tersebut terlihat saat Manchester United menghadapi Como dalam lanjutan Liga Champions. Bermain di Stadio Giuseppe Sinigaglia pada Rabu (21/10/2026) malam WIB, tim asuhan Michael Carrick takluk dengan skor telak 1-4. Gol-gol Como dicetak oleh Nico Paz (dua gol), Anastasios Douvikas, dan Jacobo Ramon, sementara satu-satunya gol balasan MU dicetak oleh Joshua Zirkzee.
Setelah kekalahan tersebut, Bruno Fernandes secara terbuka mengkritik taktik yang diterapkan oleh Michael Carrick. Namun, kritik tersebut mendapat balasan pedas dari sang manajer. Carrick menyebut bahwa para pemain Manchester United tidak memiliki etos kerja yang baik.
Menanggapi situasi ini, mantan pemain Watford, Troy Deeney, melontarkan penilaiannya mengenai peran Bruno Fernandes sebagai kapten. Deeney menilai Fernandes bukanlah sosok yang tepat untuk memimpin tim sebesar Manchester United. Ia juga berpendapat bahwa Michael Carrick dinilai kurang tegas dalam menghadapi konflik yang terjadi di internal tim.
“Bruno Fernandes seolah memberi amunisi bagi siapa saja untuk menyerangnya, ‘Saya bebas bicara apa saja’,” ujar Deeney seperti dikutip dari TalkSport.
“Tapi Bruno Fernandes – hal ini sudah saya katakan selama tiga tahun – saat dia tidak mencetak gol atau memberikan assist, dia bukanlah seorang kapten. Kita sudah berkali-kali membahas ini, dia bukanlah seorang pemimpin,” tegas Deeney menambahkan.
