— JAKARTA – Lionel Messi secara resmi mengakhiri perjalanan panjangnya membela tim nasional Argentina. Keputusan ini diambil bukan karena keinginan pribadi semata, melainkan kesadaran bahwa ego untuk terus bermain harus dikesampingkan demi regenerasi.

Perpisahan Messi dengan seragam La Albiceleste terjadi dalam laga uji coba melawan Benin di Buenos Aires, Rabu (7/10/2026) pagi WIB. Dalam pertandingan tersebut, Messi turut menyumbangkan satu gol dan dua assist, menandai akhir dari 208 penampilan yang telah ia ukir untuk tim nasional.

Perjalanan Messi bersama Argentina diwarnai dengan warisan prestasi yang gemilang. Ia berhasil mengantarkan negaranya meraih dua gelar Copa America dan satu trofi Piala Dunia. Selain itu, ia juga membawa Argentina mencapai final Piala Dunia 2026, meskipun mimpi untuk meraih gelar juara beruntun harus kandas di partai puncak.

Di usianya yang kini menginjak 39 tahun, Messi menyadari bahwa waktunya di timnas telah tiba. Meski berat, membela negara selalu menjadi kebanggaan tertinggi bagi setiap atlet, tak terkecuali dirinya.

“Tidak datang ke sini (sebagai pemain) lagi akan sangat menyakitkan,” ungkap Messi seperti dikutip Reuters. Ia menambahkan, “Saya bersumpah, kalau semuanya mengikuti ego saya, saya inginnya bermain selamanya, sebab membela tim nasional Argentina adalah hal terindah yang bisa terjadi pada saya.”

Messi menutup kiprah internasionalnya dengan sentuhan magis yang menjadi ciri khasnya. Tendangan sudutnya berhasil dikonversi menjadi gol oleh Nicolas Otamendi, dan umpannya juga berhasil diselesaikan oleh Nico Paz di gawang lawan. Messi sendiri menutup penampilan terakhirnya dengan mencetak gol melalui titik penalti. Keputusan ini diambilnya karena ia memahami kapan waktu yang tepat untuk undur diri, sebelum sepak bola memaksanya pergi dengan rasa pedih.