— Paris – Aksi demonstrasi besar-besaran pecah di berbagai kota di Prancis, termasuk Paris, beberapa hari sebelum pertandingan antara Paris Saint-Germain (PSG) melawan Barcelona dalam lanjutan Liga Champions. Menjelang duel tersebut, pelatih PSG, Luis Enrique, angkat bicara mengenai situasi yang terjadi.

Pertandingan PSG melawan Barcelona dijadwalkan berlangsung di Parc des Princes pada Rabu (21/10/2026) dini hari WIB. Namun, aksi massa yang berujung kericuhan telah melanda puluhan kota di Prancis sejak Minggu (18/10).

Demonstrasi tersebut awalnya berlangsung damai, namun kemudian berubah menjadi situasi kekerasan yang diwarnai pembakaran dan penjarahan. Situasi ini disebut sebagai salah satu yang terburuk dalam beberapa dekade terakhir di Prancis, dipicu oleh penolakan warga terhadap kenaikan biaya hidup dan pemotongan layanan publik.

Ketika ditanya mengenai dampak aksi massa tersebut terhadap timnya, Luis Enrique menyatakan bahwa hal itu tidak mengganggunya secara pribadi. “Apakah hal itu mengganggu saya? Tidak. Saya bukan orang yang tepat untuk membicarakan masalah ini. Saya di sini untuk berbicara tentang sepakbola,” ujarnya.

Enrique menekankan bahwa dirinya tidak menyukai kekerasan yang terjadi. Namun, ia juga harus menerima kenyataan situasi yang sedang berlangsung di masyarakat. “Jelas, kami tidak menyukai kekerasan seperti itu. Namun, inilah arah yang sedang terjadi di masyarakat saat ini. Saya hanya bisa fokus pada sepakbola,” tegasnya.