GridHype.ID — JAKARTA – Manajer Manchester City, Enzo Maresca, menyatakan bahwa prestasi yang telah diraih klubnya tidak akan tercemar oleh kasus dugaan pelanggaran finansial yang sedang dihadapi. Ia menekankan pemahamannya mengenai kerja keras yang telah dicurahkan City untuk meraih setiap pencapaian tersebut.
Manchester City tengah menghadapi tuduhan 114 kasus pelanggaran finansial. Ancaman hukuman berat seperti denda, pengurangan poin, degradasi, hingga pencabutan gelar membayangi klub.
Pelanggaran yang dilaporkan terjadi antara tahun 2009 hingga 2018. Periode tersebut merupakan masa di mana The Citizens berhasil meraih tujuh trofi mayor, termasuk tiga gelar Premier League.
Sementara itu, di era kepelatihan Pep Guardiola dari 2016 hingga 2026, City telah mengumpulkan total 20 trofi, termasuk raihan treble pada musim 2022/2023. Namun, hanya satu gelar Premier League di era Guardiola yang masuk dalam periode dugaan pelanggaran finansial.
Maresca menilai bahwa prestasi City di era Guardiola tidak kehilangan nilainya meskipun kasus pelanggaran finansial ini mencuat. Ia memiliki keyakinan penuh terhadap upaya yang telah dilakukan.
“Jelas tidak. Terakhir kali saya di sini adalah musim treble. Saya tahu usaha dari para pemain, dari klub, dari manajer saat itu yaitu Pep,” ujar Maresca seperti dilansir BBC. “Jadi saya tahu persis usaha yang dikerahkan klub untuk meraih target itu. Jadi saya tidak punya keraguan soal itu.”
Lebih lanjut, Maresca menegaskan bahwa para pemainnya hanya memiliki kendali atas apa yang terjadi di lapangan. Erling Haaland dan rekan-rekannya akan sepenuhnya fokus pada aspek sepakbola.
“Saya sudah bilang, buat saya, para pemain, kami hanya bisa mengendalikan apa yang ada di atas lapangan, sisi sepakbola. Jadi kami fokus ke sana, inilah yang bisa kami lakukan dan apa yang bisa kami kendalikan. Tidak mengendalikan hal yang berbeda,” pungkasnya.
