GridHype.ID — Jose Mourinho menanggapi dakwaan yang dihadapi Manchester City terkait pelanggaran finansial. Mantan pelatih Manchester United itu secara bercanda mengungkapkan harapannya agar masih hidup saat sanksi tersebut akhirnya diputuskan.
Mourinho, yang pernah bersaing dengan City di Premier League saat membesut Manchester United, merespons pertanyaan mengenai potensi hukuman bagi The Citizens. Ia melontarkan candaan karena pesimis proses penyelesaian kasus ini akan berjalan cepat.
“Saya lebih memilih untuk menertawakannya,” kata Mourinho kepada Corriere dello Sport. “Saya rasa pada akhirnya kasus ini akan menemukan penyelesaiannya, tetapi kami berdua sudah berusia 60-an dan kami harus cukup beruntung agar masih ada di dunia ini saat putusan akhir dikeluarkan. Akan ada putusan, lalu banding, lalu banding lagi.”
Pada musim 2017/2018, Jose Mourinho bersama Manchester United finis di posisi kedua klasemen Premier League, tertinggal 20 poin dari Manchester City yang keluar sebagai juara. Saat itu, The Red Devils mengumpulkan 81 poin.
Saat ini, Manchester City didakwa telah melanggar 115 aturan keuangan dalam periode antara tahun 2009 hingga 2018. Ancaman sanksi yang dihadapi klub asal Manchester itu sangat serius, mulai dari denda hingga kemungkinan pencabutan gelar.
Jika gelar juara musim 2017/2018 dicabut, ada potensi Manchester United dapat dinyatakan sebagai juara musim tersebut. Hal ini pernah disinggung oleh Mourinho sekitar dua tahun lalu ketika ia masih melatih Fenerbahce.
“Saya pikir kami masih memiliki kesempatan untuk memenangkan liga itu, karena mungkin mereka menghukum Man City dengan poin dan mungkin kami memenangkan liga itu,” ujarnya pada 2024. “Kalau begitu mereka harus membayar bonus dan memberi saya medali,” tambahnya.
Manchester City sendiri telah mengajukan banding atas dakwaan tersebut, sejalan dengan prediksi Jose Mourinho bahwa kasus ini memang akan bergulir dalam waktu yang lama. Dakwaan ini baru dirilis pada September lalu, 21 bulan setelah persidangan selama 12 minggu yang berakhir pada 2024. Investigasi terhadap kasus Manchester City ini sendiri telah dimulai sejak 2019, atau tujuh tahun yang lalu.
