GridHype.ID — JAKARTA – Badai masalah menerpa Manchester United, baik dari performa di lapangan maupun ketegangan internal. Rentetan hasil buruk di Liga Champions dan Liga Inggris mulai memicu perselisihan di antara para pemangku kepentingan klub.
Terbaru, Manchester United memperpanjang tren negatifnya setelah menelan kekalahan 0-2 dari Atletico Madrid di Liga Champions, Rabu (14/10/2026) dini hari WIB. Hasil ini menandai lima pertandingan berturut-turut tanpa kemenangan bagi klub berjuluk Setan Merah tersebut.
Jika melihat catatan lebih luas, MU baru meraih dua kemenangan dari sembilan pertandingan musim ini. Kedua kemenangan tersebut diraih melawan tim promosi Ipswich Town di Liga Inggris dan debutan Liga Champions, Sabah. Catatan ini jauh dari ekspektasi, terutama setelah musim lalu yang meyakinkan di bawah asuhan Michael Carrick.
Performa awal musim yang sulit ini dilaporkan telah menimbulkan kegelisahan di kalangan pemain. Bek tengah Lisandro Martinez secara terbuka mengkritik Direktur Teknis Jason Wilcox, menyuarakan kekecewaannya terhadap minimnya penguatan skuad yang dilakukan klub.
“Kami menjalani musim yang fantastis musim lalu dan sekarang kami mengharapkan lebih banyak dari manajemen atas, lebih banyak pemain untuk bersaing karena banyak tim juga mendatangkan banyak pemain. Atletico memiliki tim yang luar biasa dan mereka pantas menang hari ini,” ujar Martinez usai laga melawan Atletico Madrid, seperti dilansir dari BBC.
Martinez melanjutkan, “Saya mengharapkan lebih banyak [investasi]. 100 persen. Saya mengharapkan lebih banyak dari direktur teknik kami [Jason Wilcox].”
Serangan dari Lisandro Martinez ini seolah mengembalikan Manchester United ke dalam pusaran konflik internal yang sudah akrab terjadi dalam beberapa musim terakhir. Isu-isu seperti ketegangan yang melibatkan Cristiano Ronaldo, Jadon Sancho, dan Marcus Rashford di era Erik ten Hag, masalah Alejandro Garnacho di masa kepelatihan Ruben Amorim, hingga perselisihan antara Amorim dan manajemen, menunjukkan bahwa MU masih terjebak dalam siklus masalah yang belum terselesaikan.
