— JAKARTA – Mantan Presiden Barcelona, Joan Gaspart, menyampaikan permintaan maaf kepada Lionel Messi. Permintaan maaf ini menyusul pernyataan Gaspart yang dinilai menyerang pribadi Messi.

Dalam sebuah siniar berjudul ‘Slo Para Cules’, Joan Gaspart ditanya mengenai hubungan yang kurang harmonis antara Lionel Messi dengan Presiden Barcelona saat ini, Joan Laporta. Messi sendiri meninggalkan Camp Nou pada tahun 2021.

Saat itu, beredar kabar bahwa Laporta tidak bersedia memperpanjang kontrak Messi, meskipun sang pemain menyatakan keinginannya untuk bertahan. Selain itu, muncul pula isu perbedaan visi antara keduanya, ditambah beberapa pernyataan Laporta yang dianggap menyinggung pihak Messi, termasuk gagasan bahwa Messi bisa saja bermain tanpa dibayar.

Menanggapi situasi tersebut, Joan Gaspart sempat melontarkan komentar yang menyerang Lionel Messi. Gaspart menyinggung keretakan hubungan Messi dan Laporta, serta menyatakan bahwa tidak ada pemain yang posisinya lebih tinggi dari klub. Ia juga mengomentari kemungkinan laga perpisahan Messi.

“Messi harus berhati-hati. Barca lebih besar darinya. Jika Messi ingin datang untuk berpamitan, namun tidak jadi datang karena Laporta menjabat sebagai presiden, lalu baru datang saat Laporta sudah tidak lagi menjabat, maka saya tidak akan menghadiri acara penghormatan tersebut,” ujar Gaspart kala itu.

“Memangnya dia pikir dia siapa? Siapa pun presidennya, Messi seharusnya tetap datang untuk berpamitan kepada Barca,” ketus Gaspart, yang pernah menjabat sebagai Presiden Barcelona antara tahun 2000 hingga 2003.

Namun, hanya beberapa hari setelah pernyataannya, Joan Gaspart segera menarik kembali kata-katanya dan meminta maaf. Ia mengakui bahwa kritiknya terhadap Messi sudah kelewat batas.

“Apakah saya akan meminta maaf kepada Messi? Saya bahkan tidak pernah meminta maaf kepada anak-anak saya sendiri saat saya mengkritik mereka demi kebaikan mereka,” jelasnya.

“Anda boleh saja mencintai Messi, tetapi Anda tidak mungkin mencintainya lebih dari saya. Saya mengirim pesan kepada Leo, dan karena saya begitu menyayanginya… saya sadar saya sudah bertindak terlalu jauh,” paparnya.

Gaspart menambahkan, seharusnya ia cukup berhenti pada pernyataan bahwa kecintaan klub kepada Messi tetap besar, namun klub lebih utama.

“Mengatakan kepadanya, ‘Kami sangat menyayangimu, tetapi Barça jauh lebih besar darimu’-seharusnya cukup sampai di situ saja,” ungkapnya.

“Harusnya saya hanya sampai di kata-kata, ‘kami sangat menyayangimu, tetapi Barca jauh lebih besar daripadamu’,” tutupnya.

Meskipun demikian, kabar mengenai keinginan Messi untuk menjalani laga perpisahan di Camp Nou, andai ia memutuskan pensiun kelak, masih berhembus. Sampai saat ini, Messi belum memiliki kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal secara langsung kepada para penggemar Barcelona, Cules.