— Rui Pinto, sosok di balik pembocoran data terkait Manchester City melalui platform “Football Leaks”, dilaporkan tengah mencari perlindungan dari pemerintah Inggris. Langkah ini diambil seiring dengan mendekatnya akhir masa perlindungan saksi yang ia terima dari otoritas Portugal.

Pinto, yang berhasil meretas sistem Manchester City untuk mengumpulkan data transaksi dan keuangan klub, memainkan peran krusial dalam investigasi pelanggaran aturan finansial oleh UEFA dan Premier League. Data yang ia ungkap menjadi bukti penting dalam proses tersebut.

Ia sebelumnya ditangkap oleh kepolisian Hungaria di Budapest pada tahun 2019 atas permintaan Portugal, sebelum akhirnya diekstradisi ke negara asalnya dan menjalani penahanan selama 18 bulan. Selama periode tersebut, Pinto mulai menjalin kerja sama dengan otoritas Portugal dan beberapa negara lain, yang membantunya mengakses berbagai data terenkripsi dan akhirnya memberinya status sebagai saksi yang dilindungi.

Namun, program perlindungan saksi yang diberikan Portugal kepada Pinto dijadwalkan berakhir pada 10 Oktober mendatang. Kekhawatiran muncul karena proses persidangan yang melibatkan data yang ia ungkapkan masih berlangsung. Pinto berharap Inggris dapat memberikan jaminan keamanan.

Sebelumnya, Pinto telah bekerja sama dengan otoritas di Prancis, Jerman, dan Belgia. Kini, ia membuka diri untuk berkolaborasi dengan Inggris. Bersamaan dengan upaya mencari perlindungan, Pinto juga dilaporkan tengah melakukan penggalangan dana sejak Jumat (2/10/2026). Dana yang terkumpul, yang saat ini mencapai 19 ribu Euro, rencananya akan digunakan untuk berpindah ke lokasi yang lebih aman.