— Lionel Messi telah mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Timnas Argentina. Kepergian sang mega bintang tidak hanya meninggalkan warisan gelar, tetapi juga catatan finansial yang gemilang bagi tim nasional.

Messi mengucapkan salam perpisahan dalam laga terakhirnya melawan Benin di Stadion Monumental, Buenos Aires, pada Rabu (7/10). Pertandingan tersebut dimenangkan Argentina dengan skor 3-0, di mana Messi turut menyumbangkan dua assist dan satu gol.

Selama 20 tahun membela Timnas Argentina, termasuk 15 tahun terakhir sebagai kapten yang tak tergantikan, Messi telah mempersembahkan empat gelar bergengsi: dua kali Copa America, satu gelar Finalissima, dan puncaknya adalah trofi Piala Dunia.

Selain rekor individu yang memukau, seperti menjadi pemain Argentina dengan penampilan terbanyak di Piala Dunia dan pemegang rekor gol serta assist sepanjang masa, kontribusi Messi terhadap pendapatan timnas sangat signifikan. Laga perpisahannya sendiri dilaporkan laris manis.

Sebanyak 85.000 tiket di stadion ludes terjual, bahkan untuk beberapa kursi premium yang dibanderol hingga 480.000 Peso, setara dengan Rp 5,6 juta. Hal ini menunjukkan besarnya daya tarik Messi bagi para penggemar.

Peran Messi dalam meningkatkan nilai komersial timnas juga tak terbantahkan. Pada tahun 2017, Timnas Argentina hanya memiliki enam sponsor. Namun, jumlah tersebut melonjak drastis menjadi 100 sponsor setelah Messi terlibat dalam banyak kerja sama.

Perkiraan nilai sponsor yang berhasil diraih timnas mencapai 120 juta USD, atau sekitar Rp 2 triliun, yang sebagian besar didorong oleh kehadiran Messi. Laporan dari AS menyebutkan bahwa Timnas Argentina telah mengumpulkan sekitar 121 juta USD (setara Rp 2,1 triliun) dalam bentuk bonus kompetisi sejak 2019, termasuk hadiah dari Copa America 2019 dan 2021, Piala Dunia 2022, serta Copa America 2024.

Leandro Petersen, kepala bidang komersial AFA (Asosiasi Sepak Bola Argentina), menggambarkan Messi sebagai akselerator luar biasa bagi citra merek federasi, terutama di pasar internasional yang sebelumnya belum terlalu mengenal Tim Tango. Kini, AFA dihadapkan pada tantangan untuk mempertahankan momentum komersial tersebut tanpa kehadiran sang bintang.