GridHype.ID — JAKARTA – Legenda Liverpool, Steven Gerrard, menyoroti kasus pelanggaran aturan financial fair play yang menjerat Manchester City. Ia menyatakan bahwa dirinya tidak akan sanggup untuk bertemu langsung dengan petinggi klub jika Liverpool berada dalam situasi serupa.
Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan pelanggaran aturan keuangan yang terjadi antara periode 2009 hingga 2018. Komisi independen Premier League yang menyatakan hal tersebut. Meskipun demikian, pihak Manchester City telah mengajukan banding dan hukuman atas kasus ini belum dijatuhkan.
Usai kasus ini mencuat, Manchester City berhasil mengalahkan Liverpool dengan skor 3-0 di Anfield pada akhir pekan lalu. Gerrard, yang merupakan ikon The Reds, menyaksikan langsung pertandingan tersebut.
“Saya berbicara dengan beberapa orang penting kemarin (Minggu) di Liverpool dan saya tidak bisa menahan diri untuk mengatakan kepada mereka: ‘Jika ini terjadi pada kami, saya rasa saya tidak akan bisa berbicara dengan Anda secara langsung,'” ujar Gerrard dalam acara The Overlap Daily.
“Itulah yang saya katakan kepadanya: ‘Saya rasa saya tidak bisa berbicara langsung dengan Anda’. Itu adalah seorang pejabat tinggi; saya tidak akan menyebutkan siapa dia,” sambungnya.
Gerrard juga mengenang momen-momen indahnya bersama Liverpool. Ia menegaskan tidak akan rela jika kenangan berharga tersebut tercoreng oleh ulah petinggi klub. “Jika ini Liverpool dan final Liga Champions (2005) – malam terbaik dalam hidup saya – atau final Piala FA pada tahun 2006, saya tidak cukup bagus saat itu untuk memenangkan liga atau apa pun. Yang ingin saya katakan adalah jika ini Liverpool dan mereka menodai atau merusak kenangan itu, saya tidak akan pernah bisa berbicara dengan pemilik klub itu lagi. Saya tidak akan bisa,” tegasnya.
