GridHype.ID — Penyerang Real Madrid, Vinicius Junior, mengungkapkan keterkejutannya atas sanksi larangan bermain sebanyak empat pertandingan yang dijatuhkan kepadanya. Hukuman ini diterima setelah Vinicius mendapatkan kartu merah dalam pertandingan melawan Villarreal di Santiago Bernabeu dalam lanjutan LaLiga.
Insiden yang berujung pada kartu merah tersebut terjadi ketika Vinicius menjambak rambut pemain lawan, Nathan Saliba. Komite Disiplin Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF) kemudian menjatuhkan sanksi empat laga.
Sanksi tersebut terbagi menjadi dua bagian: dua pertandingan karena dianggap melakukan tindakan kasar di luar konteks perebutan bola, dan dua pertandingan tambahan karena dinilai menunjukkan sikap agresif saat memprotes ofisial pertandingan. Akibatnya, Vinicius dipastikan absen dalam empat pertandingan domestik Real Madrid, termasuk laga penting El Clasico melawan Barcelona yang dijadwalkan pada 25 Oktober.
Vinicius menegaskan bahwa ia tidak pernah berniat melakukan kekerasan terhadap pemain lawan. Ia merasa hukuman tersebut terlalu berat dan mengklaim bahwa aturan yang mendasarinya tidak pernah dijelaskan secara memadai kepada para pemain.
“Saya kira itu datang di saat yang tidak tepat. Mereka punya sepanjang hari untuk mengumumkan hukuman dan begitu saya sampai di stadion (untuk melawan AS Roma), saya dapat pesan kalau saya akan absen di empat pertandingan LaLiga. Saya tidak paham kenapa,” ujar Vinicius seperti dilansir AS.
Ia melanjutkan, “Kenyataannya adalah peraturannya baru. Mereka tidak pernah menjelaskan ini kepada kami. Seseorang dari LaLiga selalu datang, atau dari organisasi wasit apa pun itu, saya tidak tahu, untuk menjelaskan aturan baru kepada kami. Tapi ini, spesifik yang ini, tidak ada yang memberi tahu kami.”
Vinicius merasa hukuman tersebut tidak adil. “Pada akhirnya ini kartu merah buat saya. Ini sangat mudah … karena fans lain bisa bilang itu keputusan yang tepat. Tapi saya tidak pernah melakukan kekerasan kepada pemain lain. Saya selalu berkepala dingin. Saya sering ditendang dan pada akhirnya saya selalu dapat kartu,” keluhnya.
