— Real Madrid meraih kemenangan 1-0 atas Villarreal dalam lanjutan Liga Spanyol pada Minggu (11/10). Gol tunggal Yan Diomande menjadi penentu tiga poin bagi tim tuan rumah.

Dalam pertandingan tersebut, Real Madrid sempat menambah keunggulan melalui sontekan Vinicius Junior pada menit ke-70. Namun, gol tersebut dianulir setelah wasit meninjau tayangan VAR. Vinicius diketahui menjambak rambut pemain lawan, Dylan Saliba, saat proses serangan.

Wasit Diaz de Mera langsung menghukum Vinicius dengan kartu merah dan membatalkan golnya. Sang pemain terlihat tidak terima dan langsung meluapkan kekesalannya kepada wasit. Bek Real Madrid, Antonio Ruediger, menjadi orang pertama yang menahan Vinicius agar tidak terus memprotes keputusan tersebut.

Menurut laporan Marca, Ruediger berusaha mencegah Vinicius melontarkan kata-kata kasar kepada wasit, demi menghindari sanksi tambahan bagi rekan setimnya. Aksi Ruediger ini mendapat apresiasi dari para pendukung Madrid, meskipun Vinicius tetap berpotensi menghadapi hukuman.

Dalam laporan pertandingan yang ditulis oleh wasit Diaz de Mera, disebutkan bahwa Vinicius memprotes keputusannya dengan nada suara tinggi dan sikap agresif. Tindakan tersebut akhirnya diredam oleh rekan-rekannya.

Menurut peraturan Royal Spanish Football Federation (RFEF), menjambak rambut lawan dikategorikan sebagai tindakan kekerasan. Berdasarkan Pasal 130 peraturan liga, sanksi untuk tindakan kekerasan adalah larangan bermain dalam satu hingga tiga pertandingan.

Vinicius Junior kini terancam absen dalam tiga laga ke depan melawan Sevilla, Barcelona, dan Racing Santander. Pihak Real Madrid dikabarkan akan mengajukan banding atas keputusan tersebut.