— Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, menyatakan kewaspadaannya terhadap agresivitas Manchester United menjelang pertemuan kedua tim di Liga Champions. Simeone menilai United akan tampil dengan intensitas tinggi dan mengandalkan kecepatan para pemainnya.

Pertandingan antara Atletico Madrid dan Manchester United akan digelar di Metropolitano Stadium dalam matchday kedua fase grup Liga Champions pada Rabu, 14 Oktober 2026. Kedua tim memiliki catatan yang berbeda di laga perdana. Manchester United berhasil meraih kemenangan telak 4-0 atas Sabah di Old Trafford, sementara Atletico Madrid harus menelan kekalahan 1-2 dari Liverpool di Anfield.

Los Rojiblancos bertekad untuk memetik kemenangan pertama mereka di Liga Champions musim ini saat menjamu Setan Merah. Peluang tuan rumah untuk meraih tiga poin dianggap cukup terbuka lebar.

Atletico Madrid sendiri tengah dalam performa terbaiknya, dengan membukukan tiga kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir. Kondisi ini berbanding terbalik dengan Manchester United yang sedang dalam tren kurang baik, tidak pernah meraih kemenangan dalam empat laga beruntun.

Meskipun demikian, Diego Simeone menegaskan bahwa ia tidak mau meremehkan Manchester United. Ia menilai The Red Devils tetap menjadi lawan yang berbahaya, terlepas dari performa mereka saat ini.

Simeone secara spesifik menyoroti agresivitas yang ditunjukkan oleh MU. “Mereka memberikan tekanan besar di wilayah lawan. Mereka sangat agresif, bermain dengan intensitas tinggi, melakukan pergerakan cerdas untuk mendapatkan kesempatan saat fase awal pressing, serta memiliki pemain-pemain yang cepat,” ujar Simeone seperti dikutip dari situs UEFA.

Pelatih asal Argentina itu meyakini bahwa Atletico Madrid mampu meredam permainan Manchester United. Ia telah mempersiapkan taktik khusus untuk menghadapi United selama 90 menit pertandingan. Simeone merasa timnya memiliki kapasitas untuk itu karena skuad yang dimilikinya dinilai cukup baik dalam menjalankan peran bertahan maupun menyerang.

“Pertarungan ini akan berlangsung panjang, dan kami harus mengatur tenaga agar dapat bersaing dengan baik. Keseimbangan, baik dalam bertahan maupun menyerang, selalu menjadi kekuatan kami; saat tim bekerja sama, kami mampu meraih pencapaian hebat,” jelasnya menambahkan.