— Pelatih Barcelona, Hansi Flick, melayangkan pujian luar biasa kepada pemain mudanya, Lamine Yamal, menyebutnya sebagai yang terbaik di dunia. Pujian ini dilontarkan setelah Yamal berkontribusi besar dalam kemenangan Barcelona atas Real Betis dengan skor 5-2 dalam lanjutan Liga Spanyol.

Dalam pertandingan yang digelar di Estadio de La Cartuja pada Sabtu (17/10/2026), Yamal membuka keunggulan Barcelona dan memberikan assist untuk gol Gabriel Jesus. Sejauh ini, ia telah mencetak sembilan gol dan sembilan assist dalam 11 pertandingan di berbagai kompetisi musim ini.

“Pertandingan yang sengit. Pertandingan yang luar biasa; bagi para penggemar dan semua orang yang mencintai sepak bola, laga ini sungguh luar biasa,” ujar Flick dalam konferensi pers usai laga, seperti dikutip ESPN. “Begitu pula dengan Lamine hari ini-lihat saja gol pertamanya… sungguh luar biasa. Bagi saya, saat ini, dialah pemain terbaik di dunia. Saya sangat senang dengan penampilannya.”

Flick menambahkan, “Tentu saja, dia memikul tekanan yang besar. Dia baru berusia 19 tahun, tetapi dia 100% fokus dan berkomitmen penuh dalam segala hal. Performa dan sikapnya sungguh mengagumkan. Seperti inilah kualitas pemain-pemain hebat.”

Meski baru berusia 19 tahun, Yamal telah menjalani musim keempatnya bersama Barcelona dan selalu menjadi pemain kunci. Total, ia telah mencatatkan 58 gol dan 62 assist untuk Blaugrana dari 162 penampilan.

Performa impresif Yamal menjadikannya salah satu kandidat kuat peraih Ballon d’Or 2026, yang pengumumannya dijadwalkan di London pada 26 Oktober mendatang.

Kemenangan atas Betis tidak hanya memantapkan posisi Barcelona di puncak klasemen sementara LaLiga dengan 27 poin, tetapi juga menyamai rekor sembilan kemenangan beruntun di kompetisi domestik yang pernah dicapai Real Madrid pada musim 1961-62 dan 1968-69. Meski begitu, Flick berusaha meredam euforia.

“(Capaian) ini memang bagus, tetapi kami ingin memenangkan gelar juara. Kami ingin meraih pencapaian yang lebih besar. Itulah alasan kami bermain sepak bola,” lanjut Flick. “Kami berjuang demi hal tersebut, bukan demi rekor. Rekor memang menyenangkan untuk dimiliki, tetapi yang terpenting adalah ini. Mentalitasnya, cara kami bermain bersama-itu sungguh fantastis. Begitu pula kerja sama kami, baik saat menguasai bola maupun saat tidak menguasai bola; semuanya luar biasa,” tegas pelatih asal Jerman itu.

Barcelona kini bersiap menghadapi jadwal padat. Mereka akan bertandang ke markas Paris Saint-Germain di Liga Champions pada Rabu (21/10) pukul 02.00 WIB, sebelum menjamu Real Madrid di Liga Spanyol pada Senin (26/10) pukul 03.00 WIB.