— Konferensi pers jelang pertandingan antara Irlandia dan Israel dalam ajang UEFA Nations League B diwarnai ketegangan yang berujung pada penghentian mendadak. Sesi tanya jawab yang seharusnya fokus pada aspek teknis pertandingan justru berubah panas akibat pertanyaan yang menyimpang dari konteks sepak bola.

Ketegangan terjadi pada Sabtu (3/10/2026) ketika beberapa wartawan Israel melontarkan pertanyaan yang tidak berkaitan langsung dengan laga yang akan digelar. Salah satu pertanyaan menyinggung insiden yang terjadi dalam penerbangan pesawat FlyDubai dari Dubai menuju Tel Aviv, yang diduga melibatkan keributan antara pilot dan kopilot, serta membawa mayoritas penumpang asal Israel.

Manajer komunikasi Irlandia, Kieran Crowley, merespons pertanyaan tersebut dengan tegas. “Oke, kami tidak menjawab pertanyaan semacam itu di sini,” ujarnya, seperti dilaporkan oleh BBC. Sikap ini menunjukkan upaya untuk menjaga fokus konferensi pers tetap pada topik olahraga.

Namun, ketegangan tidak berhenti di situ. Wartawan Israel lainnya kemudian melanjutkan dengan pertanyaan mengenai dugaan tindakan rasisme yang dilakukan oleh pemain Irlandia terhadap pemain Israel pada pertandingan pekan sebelumnya. Wartawan tersebut mengklaim bahwa ada pemain Irlandia yang menyebut pemain Israel dengan sebutan ‘monyet’.

“Pemain Anda memanggil pemain kami dengan kata-kata ‘monyet’,” tanya wartawan Israel tersebut. Menanggapi tuduhan ini, Crowley membantahnya dengan tegas, menyatakan, “Itu tidak benar. Mereka bohong.” Pernyataan bantahan ini semakin memanaskan suasana di ruang konferensi pers.

Merasa tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan atau melihat situasi semakin memburuk, Crowley kemudian memutuskan untuk mengakhiri sesi konferensi pers. “Baiklah untuk itu kami sudahi konferensi pers ini,” katanya.

Insiden berlanjut ketika staf di ruang konferensi pers mencoba merebut mikrofon dari wartawan Israel yang terus mendesak. Wartawan tersebut menolak dan bersikeras, “Jangan rebut mikropon saya. Jangan sentuh saya. Mereka tidak bohong.” Situasi yang semakin memanas ini membuat pelatih Irlandia, Heimir Hallgrimsson, memutuskan untuk langsung meninggalkan ruangan, mengakhiri keterlibatannya dalam sesi tersebut.

Pertemuan kedua tim ini memang sudah diawali dengan tensi tinggi. Pada pertemuan pertama pekan lalu, para pemain Irlandia diketahui menolak bersalaman dengan pemain Israel dan mengenakan ban kapten sebagai bentuk solidaritas untuk Gaza. Sikap ini menambah latar belakang ketegangan yang terlihat dalam konferensi pers.

Kedua tim dijadwalkan akan kembali bertanding di TSC Arena, Backa Topola, Serbia, pada Senin (5/10) dini hari WIB. Saat ini, Irlandia memimpin klasemen Grup B3 dengan mengemas 4 poin, sementara Israel baru mengumpulkan satu poin dari tiga pertandingan yang telah dilakoni.