— Presiden Barcelona, Joan Laporta, angkat bicara mengenai perseteruan antara Real Madrid dan presiden LaLiga, Javier Tebas. Laporta menilai Los Blancos seharusnya berkaca diri alih-alih terus melancarkan serangan kepada pihak lain.

Perseteruan ini bermula dari pernyataan Tebas di media sosial yang menyoroti sikap Real Madrid yang kerap mendiskreditkan wasit melalui kanal televisi klub. Tebas bahkan menyamakan taktik tersebut dengan propaganda Nazi. Merasa tidak dihargai dan diserang, Real Madrid kemudian merilis pernyataan resmi yang mendesak Tebas untuk mundur dari jabatannya.

Menanggapi hal tersebut, Laporta justru memberikan dukungan penuh kepada Tebas. Ia menegaskan bahwa LaLiga beruntung memiliki sosok seperti Tebas yang dinilai memiliki pengalaman dan penilaian tepat untuk menghadapi situasi yang rumit.

“Saya ingin mengatakan betapa beruntungnya kita memiliki Javier Tebas sebagai presiden LaLiga, sosok yang memiliki pengalaman yang dibutuhkan untuk menangani masalah-masalah seperti ini,” ujar Laporta, seperti dikutip ESPN.

Laporta menambahkan, Tebas memiliki kemampuan untuk melawan serangan yang dilancarkan oleh Real Madrid. Menurutnya, klub asal ibu kota Spanyol itu seolah ingin menghancurkan LaLiga, Komite Teknis Wasit, dan Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF).

“Terlebih lagi, dia (Tebas) memiliki penilaian yang tepat untuk melawan serangan-serangan yang dilancarkan Real Madrid terhadap LaLiga; tampaknya mereka (Madrid) ingin menghancurkan segalanya—mereka ingin menghancurkan LaLiga, mereka ingin menghancurkan Komite Teknis Wasit; mereka juga tidak puas dengan Federasi (RFEF)—singkatnya, mereka tidak puas dengan apa pun.”

“Untungnya, presiden LaLiga menyadari hal ini dan memiliki pengalaman yang diperoleh dari berbagai pertarungan untuk menangkal serangan-serangan tersebut, yang sama sekali tidak pantas dilakukan oleh sebuah klub anggota LaLiga,” lanjutnya.

Laporta menilai, Real Madrid telah mengambil sikap untuk terus-menerus menyerang berbagai elemen dalam sepak bola Spanyol. Hal ini, menurutnya, karena mereka tidak dapat menerima situasi yang dihadapi saat ini, yang merupakan akibat dari tindakan mereka sendiri.

“Mereka (Madrid) telah mengambil sikap untuk terus-menerus menyerang segala sesuatu yang terjadi di LaLiga, Federasi, maupun terhadap para wasit. Mereka mencari seribu alasan karena tidak bisa menerima situasi yang mereka hadapi saat ini, yang sebenarnya merupakan akibat dari tindakan mereka sendiri. Menurut saya, mereka seharusnya melakukan kritik pribadi dan mengevaluasi diri sendiri secara internal.”

Real Madrid sendiri diketahui telah puasa gelar domestik selama dua tahun terakhir. Selama periode tersebut, klub tersebut beberapa kali melayangkan protes terkait kepemimpinan wasit yang dianggap merugikan mereka, terutama melalui kanal televisi klub, RMTV.