— JAKARTA – Bek tengah Manchester United, Lisandro Martinez, menyuarakan kekecewaannya terhadap performa timnya yang dinilai tidak menunjukkan kekompakan sebagai satu kesatuan. Pernyataan ini muncul setelah Setan Merah kembali menelan kekalahan, kali ini takluk 0-2 dari tuan rumah Atletico Madrid pada matchday kedua Liga Champions, Rabu (14/10).

Kekalahan tersebut memperpanjang catatan minor Manchester United yang gagal meraih kemenangan dalam lima pertandingan terakhir di seluruh kompetisi. Rinciannya, dua kali imbang dan tiga kali menelan kekalahan. Rentetan hasil buruk ini termasuk tersingkirnya MU dari Brighton di Carabao Cup serta kekalahan dari Manchester City yang bermain dengan sepuluh pemain di Liga Inggris.

Martinez, pemain asal Argentina berusia 28 tahun tersebut, tidak hanya menyoroti masalah di internal tim, tetapi juga menyentil kebijakan transfer klub. Ia merasa klub lain berinvestasi besar-besaran dalam mendatangkan pemain baru, sementara Manchester United tidak melakukan belanja pemain yang signifikan, yang menurutnya berujung pada kesulitan tim di lapangan.

Lebih lanjut, Lisandro Martinez secara blak-blakan mengkritik rekan-rekannya di lapangan. “Kami tidak bermain sebagai satu tim,” ujarnya kepada Amazon Prime Video. Ia menambahkan, “Anda bisa melihat kurangnya koneksi antar-pemain.”

Menurut Martinez, masalah komunikasi dan kekompakan terlihat jelas dalam setiap pertandingan. “Kami tidak bisa merangkai tiga atau empat operan secara beruntun. Bahasa tubuh kami pun buruk,” keluhnya.

Ia juga menyesalkan peluang-peluang yang terbuang sia-sia dan sikap negatif yang ditunjukkan tim. “Kami membuang beberapa peluang, sikap kami negatif. Saat menghadapi tim-tim seperti ini, terutama di Liga Champions, Anda tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan dan tidak boleh kebobolan gol seperti yang kami alami di menit-menit awal,” geramnya, menunjukkan kekesalannya atas performa yang ditampilkan Manchester United.