— Liverpool berhasil memetik kemenangan dramatis di Liga Champions 2026/2027 setelah bangkit dari ketertinggalan dua gol melawan Villarreal di Anfield. Meski akhirnya menang dengan skor 4-3, manajer Liverpool, Andoni Iraola, menyatakan bahwa timnya masih memiliki pekerjaan rumah besar terkait cara menjaga keunggulan.

Pertandingan yang berlangsung pada Rabu (21/10/2026) dini hari WIB itu, Liverpool sempat tertinggal lebih dulu melalui gol yang dicetak oleh Georges Mikautadze dan Sergi Cardona. Namun, The Reds mampu bangkit dalam tempo sembilan menit di babak pertama berkat gol balasan dari Alexis Mac Allister dan Ronaldo Araujo.

Di babak kedua, Liverpool berbalik unggul melalui gol kedua Mac Allister yang disusul oleh gol dari Florian Wirtz. Meskipun sudah unggul dua gol, Liverpool kembali kebobolan di menit ke-87 oleh Tani Oluwayesi, sebelum akhirnya memastikan kemenangan 4-3 di akhir laga.

Kemenangan ini memang menjaga rekor sempurna Liverpool di fase grup Liga Champions dengan tiga kemenangan dari tiga pertandingan. Akan tetapi, performa tim menunjukkan kesulitan dalam mempertahankan keunggulan, yang berulang kali membahayakan posisi mereka sendiri.

Hal serupa terjadi pada pertandingan sebelumnya melawan LASK, di mana Liverpool kebobolan dua gol saat sudah unggul jauh. Insiden serupa juga terjadi di Carabao Cup ketika Liverpool hampir kehilangan keunggulan melawan Tottenham Hotspur.

Menanggapi masalah ini, Iraola bertekad untuk segera menemukan solusi. Ia mengakui bahwa timnya cenderung membuat kesalahan saat merasa rileks, berbeda dengan performa mereka saat tertinggal dan harus mengejar.

“Anda tidak bisa santai-santai menghadapi lawan tangguh. Saya menghargai betul kemenangan,” ujar Iraola seperti dilansir Tribuna. “Kami menghadapi tim yang sangat bagus. Menyenangkan bisa comeback, tapi kami mulai gampang kebobolan musim ini.”

Iraola menekankan bahwa timnya bermain lebih baik saat berada di bawah tekanan, namun kerap kehilangan fokus ketika dalam posisi unggul.