— Jakarta – Ketegangan jelang duel Barcelona vs Real Madrid tidak hanya soal persaingan di lapangan, tetapi juga menyentuh ranah perwasitan. Muncul sebuah usulan agar laga El Clasico di masa mendatang dipimpin oleh wasit asing.

Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) telah menunjuk Juan Martinez Munuera sebagai pengadil lapangan untuk pertandingan yang akan digelar di Camp Nou pada Senin (26/10) dini hari WIB. Keputusan ini, seperti biasa, memicu perdebatan di kalangan penggemar kedua tim.

Meskipun Munuera memiliki rekam jejak memimpin lima El Clasico dengan tiga di antaranya berakhir kemenangan untuk Real Madrid, kedua klub raksasa Spanyol itu pernah melayangkan kritik dan protes terkait keputusannya di masa lalu. Madrid bahkan pernah mengajukan protes resmi kepada Komite Disiplin RFEF mengenai kinerja Munuera.

Isu yang lebih sensitif muncul terkait hubungan Munuera dengan Javier Enriquez, putra dari mantan petinggi RFEF, Jose Maria Negreira. Enriquez diketahui menyediakan layanan pelatihan mental bagi Munuera. Situasi ini semakin memperkeruh keadaan, mengingat Real Madrid masih memiliki keyakinan bahwa Negreira pernah menerima suap dari Barcelona yang berkaitan dengan pengaturan keputusan wasit.

Menanggapi situasi yang kompleks ini, mantan kiper Barcelona, Inaki Pena, menyarankan agar RFEF mempertimbangkan penggunaan wasit non-Spanyol untuk memimpin El Clasico. Menurut Pena, kehadiran wasit asing tidak hanya akan meredakan tekanan dan atmosfer panas yang selalu menyertai laga ini, tetapi juga dapat meminimalkan kecurigaan yang kerap membayangi penunjukan wasit lokal.

“Saya tidak pernah memikirkan hal ini sebelumnya sampai saya mengalaminya sendiri. Akan bagus untuk memiliki wasit-wasit asing untuk memimpin El Clasico,” ujar Pena seperti dilansir dari AS. Ia menambahkan bahwa wasit asing terbiasa memimpin pertandingan level tinggi di Eropa, sehingga dapat mengurangi keraguan dan potensi kesalahpahaman yang bisa memengaruhi persepsi publik terhadap integritas pertandingan krusial ini.