— Como – Manchester United menelan kekalahan telak 1-4 dari Como dalam lanjutan Liga Champions pada Rabu (21/10/2026) malam WIB. Kekalahan ini memicu kritik dari kapten tim, Bruno Fernandes, terkait taktik yang diterapkan manajer Michael Carrick. Namun, Carrick memberikan tanggapannya dengan menekankan pentingnya etos kerja para pemain.

Pertandingan yang digelar di Stadion Giuseppe Sinigaglia itu berjalan berat sebelah. Como unggul empat gol lebih dulu melalui brace Nico Paz, Anastasios Douvikas, dan Jacobo Ramon. Manchester United hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui gol Joshua Zirkzee di masa injury time.

Ini menjadi kekalahan kedua bagi Setan Merah di fase grup Liga Champions musim ini. Sebelumnya, mereka juga takluk 0-2 dari Atletico Madrid. Tren negatif MU semakin panjang dengan catatan tujuh laga tanpa kemenangan dalam enam pekan terakhir.

Usai pertandingan, Bruno Fernandes yang ditarik keluar pada menit ke-66, mengungkapkan rasa frustrasinya. Ia mengaku bingung dengan strategi yang diterapkan oleh tim pelatih. “Itu adalah keputusan staf untuk tidak melakukan man-to-man pressing dan sesekali menyisakan ruang di lini belakang dan coba merebut bola. Namun terkadang, jika Anda terlalu banyak memberikan penguasaan bola pada tim-tim seperti ini, mereka justru menjadi percaya diri,” ujar Fernandes kepada TNT Sports.

Ketika ditanya apakah taktik Carrick keliru, Fernandes menyerahkan penilaian tersebut kepada staf pelatih. “Itu adalah wewenang manajer dan staf untuk menilainya, bukan saya. Terkadang, Anda harus lebih berani saat berada di bawah tekanan, mengambil risiko dengan melakukan pressing tinggi agar lawan merasa tidak nyaman,” tambahnya.

Menanggapi komentar Fernandes dalam konferensi pers pasca-laga, Michael Carrick, yang sebelumnya telah menyatakan bertanggung jawab atas performa tim, justru mempertanyakan kinerja anak didiknya. “Kami sebenarnya menerapkan skema half-pressed man-to-man di babak kedua, namun kami justru kebobolan karena hal itu,” ujar Carrick, seperti dikutip ESPN.

Carrick menambahkan, “Sistem apa pun yang Anda mainkan, taktik apa pun yang Anda gunakan, jika Anda tidak berlari-baik berlari ke depan maupun kembali ke belakang-maka Anda tidak akan bisa menang.” Ia mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam. “Sejujurnya, saya sangat marah. Kami bisa saja menang atau kalah, tetapi cara kami bermain malam ini sungguh tidak bisa diterima. Saya hanya ingin menyampaikan kepada para fan bahwa saya benar-benar turut merasakan kekecewaan mereka,” tegasnya.

Silang pendapat antara pemain dan pelatih ini menambah daftar ketegangan internal di Manchester United. Pekan sebelumnya, Lisandro Martinez sempat mengkritik direktur olahraga Jason Wilcox usai kekalahan dari Atletico, meski kemudian ia telah meminta maaf. Kritikan tersebut kala itu menyoroti minimnya aktivitas transfer klub pada bursa musim panas lalu.