— Real Madrid menghadapi tantangan berat di awal musim Liga Spanyol, tertahan di peringkat keempat klasemen sementara. Situasi ini disebut-sebut tak lepas dari masalah ruang ganti yang belum terselesaikan sejak musim sebelumnya, di mana manajer Jose Mourinho dinilai belum mampu memberikan solusi.

Mourinho, yang didatangkan dengan harapan dapat menekan ego para pemain bintang, justru dinilai belum menunjukkan taringnya. Pengalaman yang dimilikinya sebagai pelatih diharapkan bisa menciptakan kedisiplinan, namun ia kini dianggap memiliki pendekatan yang terlalu lunak.

Jurnalis Spanyol, Julio Polido, mengungkapkan pandangannya mengenai situasi di Real Madrid. Menurutnya, Mourinho belum berhasil mengendalikan dinamika ruang ganti, bahkan ia kerap membela Kylian Mbappe dalam konferensi pers. Padahal, ego Mbappe yang tinggi disebut-sebut menjadi salah satu faktor yang membuat suasana di ruang ganti Los Blancos menjadi kurang kondusif.

“Saya setuju bahwa situasi ini mungkin di luar kendali seorang pelatih saja, karena sudah banyak kebiasaan buruk yang mengakar dan sulit untuk diubah. Namun, jika Anda mengambil langkah dengan mendatangkan sosok yang dicitrakan sebagai pribadi keras-seorang sersan bermental baja yang akan mendisiplinkan mereka-tetapi ternyata dia malah membela Mbappé dalam konferensi pers berikutnya dan terbukti sosoknya tidak sekeras itu,” ujar Polido, seperti dikutip dari Cadena SER.

Pendapat tersebut menyiratkan bahwa harapan awal terhadap Mourinho untuk menerapkan disiplin militeristik dan mengatasi potensi konflik internal belum terwujud. Ia dinilai gagal meniru ketegasan yang diharapkan, bahkan cenderung melindungi pemain bintangnya, yang berpotensi memperparah masalah ego di dalam skuad.