— London – Pedro Neto menunjukkan performa gemilang di awal musim bersama Chelsea, berkat transformasi perannya yang signifikan. Pemain asal Portugal ini tidak hanya tampil apik dalam menyerang, tetapi juga menunjukkan dedikasi dalam membantu pertahanan tim.

Akhir pekan lalu, Neto menjadi bintang kemenangan Chelsea saat timnya mengalahkan Everton dengan skor 2-0 di Hill Dickinson Stadium, Sabtu (17/10). Ia berhasil memborong dua gol dalam pertandingan tersebut.

Dengan tambahan dua gol tersebut, total Neto telah mengoleksi empat gol untuk Chelsea, menyamai torehan Cole Palmer dan Morgan Rogers. Usai laga, Neto mengungkapkan bahwa ketajamannya tak lepas dari peran pelatih baru Timnas Portugal, Jorge Jesus.

“Hal itu sedikit banyak berasal dari pelatih baru tim nasional. Dia mengatakan ketika berada di dekat kotak penalti, kita harus meminta bola, jadi saya sangat senang dengan hal itu,” ungkapnya, seperti dilansir dari Standard.

Selain kontribusi di lini serang, Neto juga aktif membantu pertahanan. Peran ini muncul seiring dengan formasi yang diterapkan oleh pelatih Xabi Alonso di Chelsea musim ini. Alonso kerap menggunakan formasi 3-4-2-1 atau 3-4-3, yang menempatkan Neto pada posisi gelandang kanan atau wingback kanan.

Posisi baru ini mengharuskan Neto untuk aktif bergerak naik turun di area sayap. Meskipun demikian, ia mampu menjalankan tugasnya dengan sangat baik. Data Premier League mencatat bahwa Neto telah melakukan 11 tekel sejauh ini, menjadikannya pemain ketiga terbanyak dalam kategori ini di timnya, di bawah Josh Acheampong (14) dan Maxence Lacroix (12).

Xabi Alonso bahkan memuji fleksibilitas Pedro Neto, menyatakan bahwa pemain tersebut bisa berperan sebagai winger maupun wingback. Yang terpenting, eks pemain Wolverhampton Wanderers ini mampu membangun koneksi yang baik dengan rekan-rekannya di lapangan.

“Kalian pikir dia bek sayap? Kalian bisa menyebutnya apa saja, winger, bek sayap, posisi menyerang, bertahan, dia bisa melakukan banyak hal. Hari ini dia bermain bagus,” ujar Alonso. “Dia sangat kompetitif. Saat berada di dekat area pertarungan, dia menjadi ancaman bagi bek sayap mana pun. Saat berada di barisan belakang atau di antara lini, dia terhubung dengan baik bersama pemain di sekitarnya, dengan Joao Pedro, dengan Cole,” tambahnya.

Menariknya, Pedro Neto hampir saja meninggalkan Chelsea pada bursa transfer musim panas lalu. Ia sempat diminati oleh sejumlah klub besar seperti Manchester City, Al Hilal, dan Tottenham Hotspur. Namun, Chelsea menolak melepasnya dengan mudah, mematok harga 100 juta paun. Keputusan tepat untuk mempertahankan sang pemain kini berbuah manis bagi The Blues.

Transformasi Pedro Neto, yang kini bukan sekadar sayap biasa, turut mengangkat performa Chelsea. Tim raksasa London itu kini menempati peringkat keempat klasemen Liga Inggris, bersaing ketat dengan Manchester City, Arsenal, dan Brighton & Hove Albion.