GridHype.ID — JAKARTA – Kepolisian dilaporkan menangkap pemain Tim Nasional Laos, Soukphachan Lueanthala, terkait dugaan keterlibatan dalam pengaturan skor pertandingan selama gelaran Piala AFF 2026. Penangkapan ini dilakukan setelah beberapa rekan setimnya juga menjalani pemeriksaan usai turnamen tersebut.
Menurut laporan The Guardian, Lueanthala diduga bertindak sebagai perantara dan memberikan instruksi kepada rekan-rekannya yang terlibat dalam praktik match fixing. Isu pengaturan skor ini pertama kali diadukan kepada pihak berwenang pada 7 Agustus lalu, setelah Laos menyelesaikan partisipasinya di Piala AFF 2026.
Di ajang Piala AFF 2026, Timnas Laos menuai hasil yang kurang memuaskan. Mereka tercatat mengalami kekalahan telak di empat pertandingan. Laos dibantai Thailand dengan skor 0-5, kemudian kalah dari Malaysia (0-4), Filipina (1-4), dan terakhir takluk dari Myanmar dengan skor 2-7.
Hingga berita ini diturunkan, Federasi Sepakbola Laos (LFF) maupun Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) belum memberikan konfirmasi resmi terkait penangkapan Soukphachan Lueanthala. Pihak AFC juga disebut belum memberikan komentar mengenai dugaan kasus ini.
Dugaan kasus match fixing yang melibatkan pemain Laos ini bukan kali pertama terjadi. Pada kasus tahun 2020, kiper Laos, Thipphonexay Inthavongsa, sempat dijatuhi hukuman larangan bermain seumur hidup akibat terlibat pengaturan pertandingan melawan Hong Kong pada tahun 2017.
Sumber yang dekat dengan Timnas Laos mengungkapkan bahwa kondisi finansial pemain yang memprihatinkan menjadi salah satu faktor maraknya praktik ini. Disebutkan bahwa pemain hanya menerima bayaran sekitar 10 dolar AS per hari saat bergabung dengan tim nasional. Praktik pengaturan skor ini dikabarkan bisa memberikan keuntungan besar bagi pemain, di mana salah satu pemain mengaku dibayar 10 ribu dolar AS untuk setiap pertandingan yang diatur.
Kondisi ini juga diduga menghambat perkembangan sepak bola Laos, karena pemain berpengalaman memilih menghilang dan digantikan oleh pemain muda.
