GridHype.ID — Gelandang Paris Saint-Germain (PSG), Vitinha, mengungkapkan harapannya agar perselisihan antara mega bintang Cristiano Ronaldo dan pelatih Timnas Portugal, Jorge Jesus, segera menemukan titik terang. Vitinha sangat menginginkan kembalinya sang kapten untuk memperkuat skuad Selecao das Quinas.
Konflik tersebut mencuat pada jeda internasional sebelumnya. Ronaldo dilaporkan meninggalkan kamp latihan Portugal setelah tidak diturunkan dalam pertandingan melawan Norwegia dan diberitahu bahwa ia tidak akan menjadi starter di laga berikutnya melawan Denmark. Meskipun kemudian meminta maaf, Ronaldo menyatakan bahwa Jesus telah mengingkari janji kepadanya.
Federasi Sepakbola Portugal (FPF) dikabarkan telah memberikan sanksi kepada Ronaldo, namun detail mengenai hukuman tersebut tidak diumumkan secara resmi. Informasi mengenai proses disipliner terhadap pemain berusia 41 tahun itu juga dijaga kerahasiaannya.
Meski demikian, laporan menyebutkan adanya kemungkinan Ronaldo kembali dipanggil untuk memperkuat Portugal pada jeda internasional mendatang di bulan November. Menanggapi situasi yang terjadi di timnas, Vitinha berharap segalanya dapat kembali normal.
“Jeda internasional yang lalu memang penuh dengan gejolak, diwarnai emosi yang meluap-luap,” ujar Vitinha kepada TNT Sports setelah membantu PSG meraih kemenangan 4-2 atas Manchester City di Liga Champions pada Kamis (15/10) dini hari WIB, seperti dikutip ESPN.
“Secara pribadi, saya hanya berharap semuanya bisa diselesaikan dengan cara terbaik. Saya harap dia (Ronaldo) kembali dan segalanya berakhir dengan baik. Sejujurnya, itulah yang kita semua inginkan. Saya berharap dia kembali dan semua masalah terselesaikan,” tegasnya.
Ronaldo sendiri masih memiliki harapan untuk dapat kembali membela timnas Portugal di masa depan. Ia tercatat sebagai pemegang rekor penampilan terbanyak dan pencetak gol terbanyak untuk negaranya, dengan total 234 penampilan dan 146 gol.
Sebelumnya, Portugal berhasil meraih empat kemenangan beruntun di UEFA Nations League selama periode September-Oktober. Mereka mengalahkan Wales, Norwegia (dua kali), dan Denmark. Dalam keempat pertandingan tersebut, Ronaldo hanya tampil sekali saat melawan Wales dan tidak berhasil mencetak gol.
