— Liverpool tengah menjalani periode kompetisi yang sangat menantang, di mana mereka harus menghadapi serangkaian pertandingan yang menguji ketahanan fisik dan mental tim. Pelatih Andoni Iraola menggambarkan fase ini sebagai ‘periode kurang tidur’ bagi skuadnya.

Setelah melakoni laga tandang ke markas LASK di Linz, Austria, pada Rabu (14/10/2026) malam WIB, Liverpool dijadwalkan akan melanjutkan perjalanan mereka menuju markas Brentford. Pertandingan melawan tim berjuluk Si Lebah ini akan berlangsung pada Sabtu (17/10) malam WIB.

Laga melawan Brentford ini merupakan pertandingan ketiga dalam rangkaian jadwal padat yang harus dilalui The Reds. Sejak bentrok dengan Manchester City di akhir pekan lalu, tim asuhan Iraola diproyeksikan akan melakoni total sembilan pertandingan hanya dalam kurun waktu 29 hari.

Situasi ini diperparah dengan adanya sejumlah pemain yang mengalami cedera. Nama-nama seperti Cody Gakpo, Alexander Isak, dan Dominik Szoboszlai masih dalam status diragukan untuk tampil. Sementara itu, Conor Bradley, Hugo Ekitike, dan Giovanni Leoni dipastikan belum dapat diturunkan.

Iraola mengakui bahwa periode ini sangat menguras tenaga dan pikiran. Ia menekankan bahwa kekuatan fisik dan mental saja tidak akan cukup, melainkan diperlukan ambisi serta ‘rasa lapar’ untuk terus bersaing.

“Situasinya menjadi lebih sulit ketika Anda baru saja bermain tadi malam; kami tiba di sini [Liverpool] larut malam. Kami tidak tidur sebanyak biasanya. Namun, inilah tantangan saat berkompetisi di ajang seperti Liga Champions,” ujar Iraola seperti dikutip BBC.

“Hal ini tidak hanya terjadi minggu ini saja, melainkan akan terus berlangsung sepanjang musim, jadi kami harus beradaptasi dan bersiap. Sama seperti jeda singkat setelah pertandingan melawan [Manchester] City, kali ini pun waktunya sangat singkat.”

“Kami punya sekitar empat pertandingan dengan jarak dua hari-dua hari; ini memang tidak normal, tetapi itulah yang terjadi saat ini. Kami harus beradaptasi dengan situasi tersebut,” tambahnya.