GridHype.ID — Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, memilih untuk tidak memberikan komentar mendalam mengenai kasus yang tengah dihadapi Manchester City terkait dugaan pelanggaran finansial. Iraola menekankan pentingnya kesabaran dan menunggu proses hukum yang sedang berjalan.
Manchester City saat ini menghadapi 114 dakwaan terkait dugaan pelanggaran aturan finansial Premier League yang terjadi antara tahun 2009 hingga 2018. Periode tersebut bertepatan dengan masa di mana City meraih sejumlah trofi mayor, termasuk tiga gelar Liga Primer Inggris.
Situasi ini memicu desakan dari sejumlah klub Inggris, termasuk rival tradisional seperti Liverpool, Manchester United, dan Arsenal, agar Premier League tidak memberikan keringanan dalam menjatuhkan sanksi.
Kasus ini menjadi sorotan menjelang pertandingan antara Liverpool dan Manchester City di Anfield. Sebagai salah satu klub yang berpotensi terdampak oleh praktik laporan keuangan City, Liverpool tentu berambisi meraih kemenangan.
Namun, Iraola menegaskan bahwa ia tidak ingin terganggu oleh perdebatan mengenai bersalah atau tidaknya City. Menurutnya, seluruh proses masih dalam tahap peninjauan, terutama setelah City mengajukan banding. Ia memilih untuk menunggu hasil akhir dari proses tersebut.
“Saya rasa ketidakpastian itu tidak bagus untuk semua yang terlibat, tapi kita harus bersabar karena proses lagi berjalan,” ujar Iraola seperti dikutip Tribuna.
Iraola menambahkan, “Saya rasa tidak adil jika harus memberikan opini ketika Anda tidak mengurus soal itu. Ada yang lebih berhak menjawab itu. Opini saya tidak valid. Apakah mereka bisa dihukum? Saya rasa yang terburuk adalah ketidakpastian. Kami harus fokus ke Liverpool, berusaha jadi tim serta klub sebaik yang kami bisa.”
