— Manchester City saat ini tengah menanti hasil banding terkait dugaan pelanggaran finansial. Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menyatakan bahwa kasus yang menimpa City tidak serta-merta mengurangi reputasi Premier League sebagai kompetisi papan atas dunia.

Manchester City telah dinyatakan bersalah atas 114 dugaan pelanggaran aturan finansial klub yang terjadi antara tahun 2009 hingga 2018. Jika banding yang diajukan tidak membuahkan hasil, klub berjuluk The Citizens itu terancam menerima sanksi berat, mulai dari denda, pengurangan poin, degradasi, hingga pencabutan gelar juara.

Selama periode pelanggaran tersebut, Manchester City berhasil meraih tiga gelar Premier League. Sementara itu, Arsenal di bawah kepemimpinan Arteta baru saja mengakhiri dahaga gelar liga selama lebih dari 20 tahun pada musim 2025/2026.

Skandal kecurangan finansial yang melibatkan Manchester City ini sebagian dipandang dapat mencoreng status Liga Primer Inggris yang selama ini dikenal sebagai liga terbaik di dunia. Namun, Arteta memiliki pandangan yang berbeda.

“100%,” jawab Arteta ketika ditanya apakah Premier League masih layak disebut liga terbaik di dunia terkait kasus Manchester City, seperti dikutip dari ESPN.

“Ini adalah liga terbaik di dunia menurut pendapat saya, betul, untuk banyak alasan dan juga karena saya sudah berada di sini selama 20 tahun dan liga ini akan terus jadi liga terbaik di dunia,” tambah manajer asal Spanyol itu.

Arteta menambahkan bahwa saat ini masih ada sebuah proses yang sedang berjalan dan belum selesai. “Kita bisa memiliki, yang saya pikir sebuah pendapat yang lebih jelas sekalinya kasusnya sudah terselesaikan. Sampai sekarang saya belum siap memberikan komentar apapun,” pungkasnya.