GridHype.ID — Turin – Bek Juventus, Gleison Bremer, melontarkan kritik tajam terhadap mentalitas rekan setimnya setelah timnya mengalami kekalahan telak 0-3 dari Lazio di kandang sendiri, Allianz Stadium. Bremer menilai sejumlah pemain Bianconeri bermain dengan rasa takut saat tekanan meningkat.
Lazio menunjukkan efisiensi luar biasa dalam pertandingan pekan ketujuh Liga Italia tersebut. Tiga tembakan tepat sasaran yang dilepaskan tim tamu seluruhnya berbuah gol. Oliver Provstgaard membuka keunggulan pada menit ke-37 melalui sundulan menyambut umpan silang Mattia Zaccagni. Di babak kedua, Gustav Isaksen menggandakan skor di menit ke-66 dengan tembakan terukur di kotak penalti usai melewati hadangan Zeki Celik. Fisayo Dele-Bashiru kemudian memantapkan kemenangan Lazio pada menit ke-89 setelah memenangi duel cepat melawan Bremer.
Kekalahan ini menjadi yang kedua bagi Juventus di Serie A musim ini, setelah sebelumnya takluk dari Sassuolo pada September lalu. Hasil minor ini membuat Juventus merosot ke peringkat delapan klasemen sementara dengan 11 poin dari tujuh pertandingan. Mereka kini tertinggal delapan poin dari pemuncak klasemen, Inter Milan.
“Performa kami buruk, jadi wajar jika kami tidak senang telah merepresentasikan seragam Juventus dengan cara seperti ini. Namun, kami harus menganalisis kesalahan-kesalahan kami dan segera kembali ke jalur yang benar, karena tidak ada waktu untuk hal lain,” ujar Bremer kepada Sky Sport Italia.
Bremer menambahkan rasa frustrasinya melihat timnya kebobolan dari peluang pertama lawan. “Kami memiliki sejumlah peluang dan bermain dengan baik sampai mereka mencetak gol. Fakta bahwa mereka berhasil mencetak gol dari peluang pertama yang mereka ciptakan menimbulkan rasa frustrasi yang nyata bagi kami. Itu adalah sesuatu yang harus segera kami perbaiki.”
Meskipun pelatih Luciano Spalletti dikabarkan mulai meragukan metode yang diterapkan, Bremer memiliki pandangannya sendiri mengenai determinasi rekan-rekannya. Ia mempertanyakan semangat juang tim yang dianggapnya bermain dengan rasa takut saat situasi pertandingan mulai sulit.
“Memang benar, pelatih memberikan arahan, tetapi kamilah yang harus menerapkannya di lapangan. Namun, ada 11 pemain di lapangan, ditambah lima pemain dari bangku cadangan, jadi saya tidak bisa memikul beban semuanya sendirian,” jelas Bremer.
Ia menambahkan, “Saya berusaha membantu dan berbicara dengan mereka, tetapi setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda. Kami bisa memotivasi mereka sampai batas tertentu, tetapi hanya sebatas itu; ada yang memiliki karakter lebih kuat dibandingkan yang lain.”
Bremer mengungkapkan bahwa respons terhadap cemoohan penonton seringkali membuat pemain cenderung bersembunyi dan merasa takut. Ia menyadari bahwa Juventus saat ini dihuni banyak pemain baru dan muda, yang membuat situasinya berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu.
“Bukan berarti saya menyalahkan rekan-rekan setim, tetapi setiap orang memang berbeda. Saat keadaan memburuk, ada yang bereaksi dengan penuh tekad, sementara yang lain justru menarik diri. Itu memang kepribadian mereka masing-masing,” tegasnya.
Juventus tidak memiliki banyak waktu untuk meratapi kekalahan. Tim akan segera menjamu Rennes dalam lanjutan Liga Europa pada Kamis (22/10) pukul 23.45 WIB, sebelum kembali bertandang ke markas Lecce di Serie A pada Senin (26/10) pukul 00.00 WIB.
