GridHype.ID — Munich – Gelandang Bruno Guimaraes mengakui bahwa proses kepindahannya dari Newcastle United ke Arsenal sempat membuatnya merasa sangat tertekan hingga sulit tidur, meskipun transfer tersebut tampak berjalan mulus dari luar.
Guimaraes menjadi salah satu rekrutan Arsenal pada bursa transfer musim panas lalu dengan nilai transfer mencapai 75 juta paun, mengakhiri masa baktinya selama empat setengah tahun bersama The Magpies. Kepindahan ini sejatinya sesuai dengan keinginan Guimaraes yang mencari tantangan baru.
Newcastle United, yang juga baru saja melepas Anthony Gordon dan Sandro Tonali, dilaporkan lega karena tidak perlu melalui drama transfer berkepanjangan seperti saat penjualan Alexander Isak ke Liverpool musim lalu. Guimaraes, yang berstatus kapten, diizinkan meninggalkan klub dengan baik-baik.
Namun, di balik kelancaran proses transfer tersebut, Guimaraes sempat merasa khawatir kepindahannya bakal gagal. Hal ini disebabkan oleh negosiasi nilai transfer antara kedua klub yang memakan waktu dan belum menemui titik temu.
“Situasinya sangat sulit buat saya karena saya punya hubungan luar biasa dengan semua orang di Newcastle,” ujar Guimaraes kepada ESPN. “Saya sudah berupaya sebaik mungkin untuk klub. Saya rasa saya hampir lima tahun di klub dan jujur saya ingin tantangan baru.”
Ia menambahkan bahwa keputusan untuk meninggalkan klub yang sudah memberinya banyak kasih sayang dari para penggemar bukanlah hal yang mudah. “Ini keputusan yang tidak mudah. Saya jadi susah tidur karena ini situasinya sulit untuk saya, keluarga. Tapi sekarang saya sudah di sini, saya cuma ingin memberikan yang terbaik untuk Arsenal,” tuturnya.
Sejauh ini, Bruno Guimaraes telah tampil sebanyak 10 kali di berbagai ajang bersama Arsenal dan berhasil mencetak dua gol.
