— JAKARTA – Di tengah situasi pelik bersama tim nasional Portugal, Cristiano Ronaldo kembali melontarkan pernyataan tegas mengenai statusnya sebagai pesepak bola terbaik sepanjang masa. Pernyataan yang beredar di media sosial itu menegaskan keyakinannya, “Aku terbaik dalam sejarah.” Kontroversi ini muncul usai Ronaldo bersitegang dengan pelatih Portugal, Roberto Martínez, terkait janji waktu bermain dalam jeda internasional terbaru.

Pemain yang kini memperkuat klub Al Nassr itu merasa dikecewakan karena tidak mendapatkan jatah bermain sesuai kesepakatan, yang membuatnya memilih meninggalkan pemusatan latihan timnas. Keputusan ini sontak memicu perdebatan luas di kalangan penggemar timnas Portugal.

Menyikapi polemik tersebut, Ronaldo kemudian merilis sebuah pernyataan klarifikasi sepanjang 1.740 kata. Dalam klarifikasinya, ia menyampaikan permohonan maaf, menyatakan kesiapannya menerima sanksi, sekaligus menegaskan komitmennya yang tak pernah surut terhadap timnas Portugal.

Tak lama setelah insiden tersebut, sebuah wawancara lama Ronaldo kembali mencuat di media sosial. Wawancara yang sejatinya dilakukan pada Februari 2025 ini diangkat kembali oleh CNN Portugal, di mana Ronaldo mengungkapkan rasa frustrasinya karena performa dan gol-golnya dinilai kurang diapresiasi secara layak.

“Orang-orang tidak menghargai performaku, gol-golku,” ungkap Ronaldo dalam wawancara tersebut. Ia juga menyinggung ambisinya untuk mencapai 1.000 gol dalam kariernya, namun merasa publik justru terlalu fokus pada angka tersebut alih-alih melihat pencapaiannya secara keseluruhan.

Hingga kini, Ronaldo telah mencetak 980 gol dari 1.337 pertandingan yang dijalani bersama klub dan tim nasional. “Segala sesuatunya harus terjadi secara natural. Entah aku mencetak 920 gol, 925, 930… yang terbaik dalam sejarah adalah aku, titik,” tegasnya. Ia menambahkan, “Angka-angkanya mengungkap begitu. Kalau aku mencapai titik itu (1.000 gol), itu menakjubkan. Memang sebuah target, tapi aku tak memikirkan jangka panjang.”