— Cesc Fabregas, pelatih Como, menyimpan sedikit penyesalan atas hasil pertandingan timnya melawan Manchester United di Liga Champions. Meskipun Como berhasil meraih kemenangan telak 4-1, Fabregas menyayangkan keputusannya di 10 menit terakhir yang membuat timnya gagal mencatatkan “clean sheet” atau tidak kebobolan.

Pertandingan yang digelar di Stadio Giuseppe Sinigaglia pada Kamis (22/10/2026) dini hari WIB itu, Como memang tampil dominan sejak awal. Gol pembuka dari Nico Paz di menit kedua langsung membuka keran gol tuan rumah. Tiga gol tambahan tercipta di babak kedua, sebelum akhirnya Joshua Zirkzee mencetak gol hiburan untuk Manchester United di masa injury time.

Fabregas mengakui bahwa gol balasan MU tercipta karena kesalahannya sendiri. Ia menyatakan bahwa dirinya yang meminta para pemain Como untuk mengurangi intensitas permainan setelah unggul empat gol, mengingat masih ada pertandingan lain yang menanti.

“Saya menyesali 10 menit terakhir karena saya yang bilang ke tim agar menurunkan tempo karena masih ada pertandingan lainnya dan di posisi 4-0 kami bisa mengelolanya sedikit,” ujar Fabregas seperti dikutip AOL.co.uk.

Ia menambahkan, keputusannya untuk meminta timnya tidak terlalu ngotot di akhir laga, dengan meminta mereka untuk tetap di tengah dan tidak terlalu banyak berlari, adalah sebuah penyesalan pribadi. Fabregas merasa ini bertentangan dengan prinsipnya yang selalu mendorong para pemain untuk berjuang hingga peluit akhir dibunyikan.

“Saya bilang ke pemain untuk berhenti berlari dan tetap di tengah dan itu adalah hal yang saya sesali karena saya yang pertama selalu mendorong mereka agar berjuang sampai akhir,” tuturnya.

Fabregas menegaskan bahwa gol yang dicetak oleh Manchester United tersebut melukainya karena timnya menurunkan intensitas dan blok pertahanan mereka. Ia pun secara terbuka mengakui bahwa kesalahan tersebut sepenuhnya berada di pihaknya.